Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) berencana menyelenggarakan program retreat khusus bagi para atletnya. Program ini akan dilaksanakan setelah tim panjat tebing menyelesaikan babak Kualifikasi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pemulihan fisik dan mental atlet.
Retreat tersebut dirancang untuk mengatasi trauma mental yang mungkin dialami atlet, khususnya mereka yang menjadi korban kekerasan fisik dan pelecehan seksual selama pemusatan latihan nasional (pelatnas). Yenny Wahid menekankan pentingnya pendampingan psikologis berkelanjutan untuk para atlet. Pernyataan ini disampaikan Yenny dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Bekasi pada hari Jumat.
Saat ini, fokus utama tim Merah Putih adalah menghadapi babak kualifikasi yang akan berlangsung di ajang World Climbing Asia Championship Meisan 2026 di China. Kompetisi penting ini dijadwalkan dimulai pada tanggal 9 April mendatang, menjadi penentu langkah Indonesia menuju Asian Games 2026.
Advertisement
Advertisement
Fokus Utama Menuju Kualifikasi Asian Games 2026
Tim panjat tebing Indonesia saat ini memusatkan perhatian penuh pada persiapan Kualifikasi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Ajang kualifikasi ini akan diselenggarakan dalam World Climbing Asia Championship Meisan 2026 di China. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 9 April mendatang, menjadi penentu kelolosan atlet.
Indonesia mengirimkan total 16 atlet terbaiknya untuk berkompetisi dalam ajang tersebut. Dari jumlah tersebut, sembilan atlet akan berlaga di nomor speed, sementara tujuh atlet lainnya akan bertanding di nomor lead dan boulder. Setiap atlet telah mempersiapkan diri secara intensif untuk memberikan performa terbaik.
Yenny Wahid mengungkapkan bahwa kondisi para atlet saat ini telah siap memberikan yang terbaik. Mereka memiliki tekad kuat untuk mengamankan dua tiket lolos otomatis ke Asian Games 2026 untuk setiap nomor yang dipertandingkan.
Advertisement
Advertisement
Program Retreat dan Pendampingan Psikologis untuk Pemulihan Mental
Menyadari kebutuhan akan pemulihan menyeluruh, FPTI akan menyiapkan program retreat khusus bagi atlet setelah kualifikasi Asian Games 2026. Program ini tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga secara khusus dirancang untuk mengatasi trauma mental. Yenny Wahid menyebutkan, "Pasti butuh waktu untuk mengatasi trauma mental."
Retreat ini menjadi bagian dari upaya FPTI untuk menyediakan pendampingan psikologis yang berkelanjutan bagi para atlet. Pendampingan ini sangat krusial, terutama bagi atlet yang menjadi korban kekerasan fisik dan pelecehan seksual selama periode pelatnas. FPTI berkomitmen untuk memastikan kesehatan mental atlet terjamin.
Tujuan utama dari retreat ini adalah agar para atlet dapat merasa lebih "plong" dan terbebas dari beban psikologis yang mereka alami. Yenny Wahid menjelaskan bahwa program ini diharapkan dapat membantu atlet untuk sepenuhnya pulih dan kembali fokus pada karir serta kehidupan mereka.
Advertisement
Advertisement
Kesiapan Atlet dan Target Tiket Asian Games
Kesiapan atlet panjat tebing Indonesia menjadi prioritas utama menjelang kualifikasi Asian Games 2026. Yenny Wahid menegaskan bahwa seluruh atlet telah berada dalam kondisi prima dan siap bersaing. Mereka telah menjalani serangkaian latihan intensif untuk mencapai performa puncak.
Target yang diemban tim Merah Putih cukup ambisius, yaitu mengunci dua tiket lolos otomatis untuk setiap nomor yang dipertandingkan. Pencapaian target ini akan menjadi langkah penting bagi Indonesia dalam ajang olahraga bergengsi di Aichi-Nagoya. Seluruh tim bertekad untuk membawa pulang hasil terbaik.
Dukungan penuh dari federasi melalui program retreat dan pendampingan psikologis diharapkan dapat semakin memperkuat mental atlet. Dengan kondisi fisik dan mental yang optimal, diharapkan para atlet dapat tampil maksimal dan meraih hasil sesuai dengan harapan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews