Museum ini kini dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran sejarah bagi masyarakat tentang detik-detik Kemerdekaan Indonesia.
Museum tempat perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan RI ini sebelumnya merupakan kediaman perwira Jepang Laksamana Tadashi Maeda.
Kini museum ini dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran sejarah bagi masyarakat tentang detik-detik Kemerdekaan Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Museum yang sebelumnya rumah seorang perwira Jepang, Tadashi Maeda di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta Pusat itu merupakan salah satu hasil dari pengembangan yang dilakukan pemerintah Hindia Belanda.
Pengembangan yang dilakukan tahun 1920-an itu dimaksudkan untuk mencari kawasan baru untuk hunian pejabat Belanda. Ketika itu kawasan Menteng dipilih sebagai lokasi yang tepat.
Pada masa Hindia Belanda, gedung ini terletak di jalan yang dinamai Nassau Boulevaard. Selanjutnya ketika pendudukan Jepang, nama jalan ini diubah menjadi Meiji Dori.
Advertisement
Jepang menyerahkan bangunan kepada Laksamana Muda Tadashi Maeda dan keluarga sebagai tempat tinggal. Ketika itulah rumah ini akhirnya menjadi saksi sejarah.
Namun, riwayat tempat teks Proklamasi dirumuskan ini belum dapat diungkapkan secara tepat. Tidak ada catatan rinci mengenai tanggal, bulan dan tahun bangunan ini berdiri.
Advertisement
Yang jelas, di rumah ini naskah Proklamasi dirumuskan oleh Sukarno, Mohammad Hatta dan Ahmad Soebardjo untuk kemudian diketik oleh Sayuti Melik pada Jumat dini hari, 17 Agustus 1945.
Advertisement
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, bangunan ini tetap menjadi tempat tinggal Laksamana Maeda sampai Sekutu mendarat di Indonesia pada September 1945. Selanjutnya gedung ini digunakan sebagai Markas Tentara Inggris.
Setelah beberapa kali berpindah tangan, pada 1984 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pada waktu itu Prof Dr Nugroho Notosusanto, memberikan instruksi kepada Direktur Permuseuman agar gedung tersebut menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi.
Dari kajian dan data-data yang didapat, akhirnya dibuat replika benda-benda yang sama seperti di dalam rumah Maeda selama dia tinggal di rumah tersebut. Replika benda-benda itu juga dibuat semirip mungkin dengan aslinya.
Advertisement
Dalam rumah Maeda, khususnya di lantai dasar, terdapat 4 ruangan yang digunakan dan berkaitan langsung dengan saat-saat perumusan naskah Proklamasi pada 16 sampai 17 Agustus 1945.