Pekerja memasang lampion merah pada salah satu sudut Klenteng Hok Lay Kiong, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/1/2024). Klenteng Hok Lay Kiong bersiap menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2024 M/2575 Kongzili dengan pemasangan 1.000 lampion. Merdeka.com/Imam Buhori
Advertisement
Berbentuk bulat dan berwarna merah, lampion biasanya dapat ditemui di klenteng, pertokoan, serta rumah-rumah orang keturunan Tionghoa yang merayakan Imlek. Merdeka.com/Imam Buhori
Dalam bahasa China, lampion disebut dengan istilah "denglong" yang bermakna menerangi. Lampion terbuat dari bambu, jerami, kayu, dan kain sutra atau kertas api dengan lilin atau lampu di dalamnya. Merdeka.com/Imam Buhori
Lampion identik dengan dengan warna merah. Warna merah sendiri memiliki arti kemakmuran, rezeki, dan kesatuan. Merdeka.com/Imam Buhori
Advertisement
Tak heran jika lampion kemudian disimbolkan sebagai lambang keberuntungan dan selalu hadir dalam perayaan Imlek. Hal ini karena lampion bermakna menerangi rezeki bagi orang yang menggantungnya. Merdeka.com/Imam Buhori
Pekerja mengecek lampion yang hendak dipasang di Klenteng Hok Lay Kiong, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/1/2024). Merdeka.com/Imam Buhori
Pekerja mengecek lampion yang hendak dipasang di Klenteng Hok Lay Kiong, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/1/2024). Merdeka.com/Imam Buhori
Advertisement
Seorang pekerja beristirahat saat memasang lampion di Klenteng Hok Lay Kiong, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/1/2024). Merdeka.com/Imam Buhori
Lampion yang terpasang tampak menyala di Klenteng Hok Lay Kiong, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/1/2024). Merdeka.com/Imam Buhori
Pekerja memasang lampion di Klenteng Hok Lay Kiong, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/1/2024). Merdeka.com/Imam Buhori
Advertisement