Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Foto Kereta Api 'Tragedi Bintaro 1987' Sebelum dan Sesudah Kecelakaan

Foto Kereta Api 'Tragedi Bintaro 1987' Sebelum dan Sesudah Kecelakaan Kereta Api Tragedi Bintaro Sesudah Kecelakaan (Nomor Kereta BB 30316). ©2023 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Sebanyak 156 orang tewas dan tak kurang dari 300 orang terluka dalam kecelakaan kereta api di Bintaro. Tragedi Bintaro terjadi pada 19 Oktober 1987, melibatkan KA 225 jurusan Rangkasbitung-Jakarta Kota dan Kereta Patas 220 Tanah Abang-Merak. Kedua lokomotif dengan seri BB 30316 dan BB 30616 hancur.

Gerbong kereta yang terbuat dari besi solid, ringsek tak berbentuk. Ceceran darah dan mayat berserakan di antara badan kereta yang hancur. Ratusan korban terjepit di tengah kereta merintih minta diselamatkan. Hasil penyelidikan, kecelakaan tersebut diduga ada unsur kesalahpahaman.

36 Tahun kemudian, Tragedi Bintaro kembali hangat diperbincangkan, sebab viral foto salah satu kereta bernomor lokomotif BB 30316 sebelum terjadinya tabrakan dahsyat tersebut.

Lokomotif BB 30316 tampil Gagah di atas rel, berwarna kuning hijau merah. Foto tersebut hasil karya seseorang bernama Ichsan Pohan. Belum diketahui lokasi stasiun pengambilan foto tersebut. Ada beberapa orang penumpang wanita dan pria berjalan dekat lokomotif tersebut.

Dalam foto itu juga tergambar ramainya stasiun tersebut. Ada yang duduk, ada yang bercengkrama satu sama lain. Dari busana yang digunakan orang-orang tersebut, diketahui foto diambil di era 80an.

kereta api 039tragedi bintaro039 sebelum kecelakaan©2023 Merdeka.com/Ichsan Pohan

Masinis KA 225, Slamet Suradio selamat dari tragedi mengerikan tersebut. Insiden itu masih jadi mimpi buruk. Dia dianggap paling bertanggungjawab.

Kejadian hari itu masih terekam jelas di ingatannya. Perjalanan dari Stasiun Sudimara, kata Slamet, kereta melaju di kecepatan 40 kilometer per jam. "Jaraknya dekat sekali. Saya kaget lalu saya mengadakan airbreak (pengereman) tapi jaraknya terlalu dekat. Akhirnya terjadilah tabrakan," kata Slamet.

Slamet terpental dari tempat duduknya. Kondisinya berdarah-darah. Kaca jendela pecah. Pintu lokomotif tak bisa dibuka. Rusak dan macet. Dia berhasil keluar. Melalui jendela. Tergeletak tak berdaya. Pandangannya masih melihat ke arah kereta. Kondisinya mengenaskan. Lokomotif KA 225 posisinya berada di bawah lokomotif KA 220.

Setelah itu, dia ditolong banyak orang. Digendong dan dimasukkan ke dalam mobil. Lalu dilarikan ke Rumah Sakit Pelni Jakarta.

Berangsur-angsur kondisi Slamet pulih. Mulai bisa berjalan. Meski dibantu menggunakan tongkat. Kemudian Slamet dibawa ke Polsek Pasar Minggu. Diperiksa dan ditetapkan tersangka. Lalu dia ditahan di Rutan Cipinang.

Dia kini tinggal di Dusun Krajan Kidul, Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa tengah.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP