Aktivis dari Balai Konservasi Ekologi dan Lahan Basah (ECOTON) dan mahasiswa memasang instalasi berbentuk jantung dan paru-paru yang rusak akibat paparan limbah mikroplastik saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (16/07/2025). (AFP/ Juni Kriswanto)
Aktivis lingkungan dari Balai Konservasi Ekologi dan Lahan Basah (ECOTON) bersama mahasiswa menggelar aksi kreatif di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (16/07/2025). Mereka memasang instalasi berbentuk jantung dan paru-paru yang tampak rusak sebagai simbol dampak mematikan dari limbah mikroplastik terhadap kesehatan manusia.
Aksi ini bertujuan menggugah kesadaran publik tentang bahaya penggunaan plastik sekali pakai, yang tak hanya mencemari lingkungan tetapi juga masuk ke dalam rantai makanan dan tubuh manusia. Dunia saat ini menghadapi krisis plastik yang mengkhawatirkan. Lebih dari 16.000 bahan kimia digunakan dalam produk plastik, dan sekitar 10.000 di antaranya tidak memiliki data keamanan memadai. Ironisnya, banyak dari bahan berbahaya ini digunakan dalam kemasan makanan dan produk konsumsi harian tanpa regulasi ketat.
Para aktivis mendesak pemerintah agar segera memperkuat regulasi terhadap bahan kimia berbahaya dalam plastik serta memperluas kampanye pengurangan sampah plastik secara nasional.
Aktivis dari Balai Konservasi Ekologi dan Lahan Basah (ECOTON) dan mahasiswa memasang instalasi berbentuk jantung dan paru-paru yang rusak akibat paparan limbah mikroplastik saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (16/07/2025). AFP/ Juni Kriswanto
Aktivis dari Balai Konservasi Ekologi dan Lahan Basah (ECOTON) dan mahasiswa memasang instalasi berbentuk jantung dan paru-paru yang rusak akibat paparan limbah mikroplastik saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (16/07/2025). AFP/ Juni Kriswanto
Aktivis dari Balai Konservasi Ekologi dan Lahan Basah (ECOTON) dan mahasiswa memasang instalasi berbentuk jantung dan paru-paru yang rusak akibat paparan limbah mikroplastik saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (16/07/2025). AFP/ Juni Kriswanto
Aktivis dari Balai Konservasi Ekologi dan Lahan Basah (ECOTON) dan mahasiswa memasang instalasi berbentuk jantung dan paru-paru yang rusak akibat paparan limbah mikroplastik saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (16/07/2025). AFP/ Juni Kriswanto
Aktivis dari Balai Konservasi Ekologi dan Lahan Basah (ECOTON) dan mahasiswa memasang instalasi berbentuk jantung dan paru-paru yang rusak akibat paparan limbah mikroplastik saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (16/07/2025). AFP/ Juni Kriswanto
Aktivis dari Balai Konservasi Ekologi dan Lahan Basah (ECOTON) dan mahasiswa memasang instalasi berbentuk jantung dan paru-paru yang rusak akibat paparan limbah mikroplastik saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (16/07/2025). AFP/ Juni Kriswanto
Aktivis dari Balai Konservasi Ekologi dan Lahan Basah (ECOTON) dan mahasiswa memasang instalasi berbentuk jantung dan paru-paru yang rusak akibat paparan limbah mikroplastik saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (16/07/2025). AFP/ Juni Kriswanto
Aktivis dari Balai Konservasi Ekologi dan Lahan Basah (ECOTON) dan mahasiswa memasang instalasi berbentuk jantung dan paru-paru yang rusak akibat paparan limbah mikroplastik saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (16/07/2025). AFP/ Juni Kriswanto