Fakta Unik Naturalisasi Sepak Bola Indonesia: Kemenkum Dukung PSSI Wujudkan Mimpi Piala Dunia 2026
Kementerian Hukum RI tegaskan dukungan penuh terhadap PSSI dalam upaya mewujudkan mimpi Timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia 2026
Kementerian Hukum (Kemenkum) Republik Indonesia secara resmi menyatakan dukungan penuhnya kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Dukungan ini bertujuan untuk merealisasikan ambisi besar Tim Nasional Indonesia berlaga di ajang Piala Dunia 2026.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan komitmen tersebut dalam sebuah konferensi pers di Jakarta. Pernyataan ini disampaikan usai acara pengambilan sumpah Warga Negara Indonesia (WNI) bagi atlet Milano Jonathans pada Rabu.
Kemenkum siap memfasilitasi proses naturalisasi atlet sepak bola asing yang dibutuhkan PSSI. Ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari pemberkasan, pembahasan bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), hingga pengambilan sumpah pewarganegaraan.
Dukungan Penuh Kemenkum untuk Sepak Bola Nasional
Menteri Supratman mengungkapkan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari upaya bersama mewujudkan mimpi Presiden. Tujuannya adalah melihat Timnas Indonesia mencapai level tertinggi di kancah internasional. Kemenkum memiliki peran krusial dalam proses pewarganegaraan atlet.
Proses naturalisasi atlet sepak bola asing merupakan permintaan langsung dari PSSI kepada Kemenkum. Lembaga ini bertanggung jawab atas administrasi dan pengambilan sumpah pewarganegaraan. Ini menunjukkan sinergi antarlembaga demi kemajuan olahraga nasional.
Selain Milano Jonathans, Kemenkum juga telah menyelesaikan proses pewarganegaraan empat atlet lainnya. Mereka adalah Mauro Zijlstra, Pauline Jeanette van de Pol, Isabel Corian Kopp, dan Isabelle Nottet. Proses ini dilakukan di Kedutaan Besar RI di Den Haag, Belanda.
Visi Besar Indonesia Menuju Piala Dunia
Menkum Supratman optimis bahwa visi Indonesia menjadi kekuatan sepak bola di Asia bahkan dunia bukanlah hal yang mustahil. Dengan kerja keras dan dukungan penuh, cita-cita tersebut dapat terwujud. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas timnas.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada PSSI atas dedikasinya dalam memajukan sepak bola di tanah air. Terima kasih juga diberikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang telah memberikan pertimbangan penting. Hal ini memastikan proses naturalisasi berjalan lancar dan sesuai aturan.
Supratman menjelaskan bahwa naturalisasi atlet memiliki dasar hukum yang kuat. Proses ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Ini dilakukan demi kepentingan negara atau bagi individu yang berjasa besar.
"Saya titipkan naturalisasi ini semoga mampu memenuhi harapan seluruh rakyat Indonesia, termasuk harapan Presiden," ungkapnya. Harapan ini menunjukkan betapa pentingnya proses ini bagi masa depan sepak bola nasional.
Komitmen PSSI dan Harapan Presiden
Di sisi lain, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan komitmennya untuk membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026. Ia menyatakan bahwa ini adalah cita-cita bersama masyarakat dan harapan besar dari Presiden.
“Sesuai dengan cita-cita masyarakat dan juga harapan Bapak Presiden, kami akan berusaha keras membawa Timnas Indonesia ke jenjang lebih tinggi,” kata Erick Thohir. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan PSSI dalam mencapai target tersebut.
Upaya naturalisasi ini menjadi salah satu strategi utama PSSI untuk memperkuat skuad Garuda. Dengan talenta-talenta baru, diharapkan Timnas Indonesia mampu bersaing di level internasional. Ini adalah investasi jangka panjang untuk sepak bola Indonesia.
Sumber: AntaraNews