Pesenam muda berbakat asal Aljazair, Kaylia Nemour, berhasil menambah koleksi medalinya pada ajang Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 yang diselenggarakan di Indonesia Arena, Jakarta. Ia sukses meraih medali perak dalam nomor balok keseimbangan pada Sabtu, 25 Oktober, melengkapi medali emas yang sebelumnya diraih pada Jumat di nomor palang bertingkat.
Prestasi gemilang ini menjadi sorotan utama, mengingat Nemour tidak menyangka dapat menorehkan dua medali setelah melewati masa persiapan yang cukup berat pasca-Olimpiade. Keberhasilannya ini bukan hanya buah dari latihan keras, tetapi juga didorong oleh kehadiran sosok spesial yang memberikan dukungan penuh di arena.
Nemour mengungkapkan bahwa kehadiran ibunya di tribun penonton menjadi sumber semangat yang luar biasa, memupuk rasa percaya diri dan membantunya menampilkan performa terbaik. Dukungan emosional ini terbukti menjadi faktor kunci dalam pencapaiannya di panggung dunia.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Ibu sebagai Motivasi Utama Kaylia Nemour
Kehadiran orang tua di setiap pertandingan seringkali menjadi dorongan moral yang tak ternilai bagi seorang atlet. Bagi Kaylia Nemour, dukungan dari sang ibu adalah kunci utama yang membakar semangatnya di Kejuaraan Dunia Senam Artistik Jakarta.
Pesenam berusia 18 tahun ini secara terang-terangan menyatakan bahwa kehadiran ibunya di arena pertandingan memberikan dampak signifikan pada penampilannya. "Ada ibu saya yang datang, ada teman-teman saya, itu sesuatu yang luar biasa, karena tidak berlaku di seluruh dunia," ujar Nemour usai pertandingan, menunjukkan betapa berharganya momen tersebut baginya.
Dukungan emosional ini tidak hanya meningkatkan rasa percaya diri Nemour, tetapi juga memungkinkannya untuk menikmati setiap momen kompetisi. Hal ini membuktikan bahwa faktor non-teknis seperti dukungan keluarga dapat menjadi penentu keberhasilan seorang atlet di level tertinggi.
Advertisement
Advertisement
Raihan Gemilang Kaylia Nemour Setelah Perjuangan Berat
Kaylia Nemour berhasil mencatatkan namanya di papan skor dengan meraih dua medali di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 Jakarta. Ia berhasil membawa pulang medali emas dari nomor palang bertingkat dan medali perak dari nomor balok keseimbangan, sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.
Pesenam Aljazair ini mengaku terkejut dengan raihan dua medali tersebut, terutama setelah melalui persiapan yang tidak mudah pasca-Olimpiade. "Saya yakin mendapatkan tingkat yang cukup baik, tapi saya terlambat untuk berada di sini. Berada di tempat ini setelah Olympic Games sudah merupakan sebuah penerimaan bagi saya," kata Nemour, menggambarkan perjuangannya.
Pada final balok keseimbangan, Nemour mencatat nilai 14,300, hanya terpaut 0,866 poin dari pesenam China Qingying Zhang yang meraih medali emas. Sebelumnya, ia juga telah mengukir prestasi serupa di Olimpiade Paris 2024 dengan meraih medali emas di nomor palang bertingkat, serta medali perak di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2023 Antwerp.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Gerakan dan Fokus Kaylia Nemour di Jakarta
Tidak hanya berprestasi, Kaylia Nemour juga menunjukkan keberaniannya dalam berinovasi di Kejuaraan Dunia Senam Artistik Jakarta. Ia menampilkan beberapa elemen gerakan baru yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam final, menambah daya tarik penampilannya.
"Hari ini saya mencoba pergerakan yang sulit. Saya berpikir, saya di sini untuk mencoba dan menikmati. Dan saya sangat senang mendapat kejayaan," ungkap Nemour, menunjukkan mentalitasnya yang berani mengambil risiko demi performa maksimal. Keberanian ini menjadi salah satu ciri khas pesenam kelas dunia.
Meskipun telah meraih dua medali, Nemour memilih untuk tidak terburu-buru memikirkan target berikutnya. Ia ingin menikmati pengalaman bertanding di Jakarta dan mengambil pelajaran berharga dari setiap momen. "Sekarang saya akan menikmati pengalaman ini, yang merupakan kejuaraan dunia, di Jakarta. Saya akan mengambil apa yang perlu diambil, dan memikirkannya dengan hati yang penuh," ujarnya.
Advertisement
Raihan satu emas dan satu perak ini menjadi bukti kerja keras Kaylia Nemour dan motivasi untuk terus berkembang di masa depan. Pengalaman di Jakarta ini diharapkan menjadi bekal berharga untuk kompetisi selanjutnya.
Sumber: AntaraNews