Teman-teman satu kontrakan Altaf menyebut pemuda itu sering pinjam uang. Seperti yang diungkapkan Adha Amin Akbar, teman satu kontrakan Altaf di Wisma Ladika, Kukusan, Beji, Depok. Dia menyatakan Altaf pernah berutang padanya sebesar Rp200.000, namun sudah dibayar. "Pernah pinjam katanya untuk makan. Pinjam Rp 200ribu dan sudah dibayar," kata Akbar, Minggu (6/8).
Advertisement
"Kalau yang di polisi kan Rp80 juta. Kalau sama kita ngga pernah diceritain," ungkapnya.
Advertisement
"Kalau saya adalah pembimbing. Kebetulan Zidan adalah staf saya di himpunan," ujarnya.
Sehari-hari, Altaf banyak melakukan aktivitas di kampus dan kontrakan saja. Kalaupun tidak ada kegiatan di kampus, biasanya dia hanya diam di kontrakan.
"Biasanya dia ngurusin crypto-nya. Kalau lihat di preskon kemarin dia bilang kan nonton film Narcos. Nah dia itu kebiasaannya, kalau ngga ngelihat crypto ya nonton film."
Advertisement
Adha Amin Akbar, teman satu kontrakan Altaf .
Sebelum tinggal di kontrakan itu, Altaf memang sudah menggeluti investasi crypto. Namun Adha mengaku tidak tahu detil seluk beluknya. "Sejak awal tinggal sama kita dia sudah sering membicarakan itu, sering main itu. Dia ngga pernah cerita background main crypto apa. Yang saya tahu dia memang ingin cari uang aja," ungkapnya.
Advertisement
"Tapi pernah dulu temanku yang satu kontrakan itu dipinjemin duit. Dia minta minjem duit ke temanku terus nggak dikasih kan karena baru kenal," katanya.
Advertisement
"Nggak intens ngobrol sih jarang. Cuma sering saling nyapa aja," ujarnya.
Advertisement
"Sekedar say hai aja. Kecurigaan nggak sih karena nggak terlalu intens aja," pungkasnya.