Duta Besar Republik Indonesia untuk Kenya, Mohammad Hery Saripudin, baru-baru ini menyerukan agar Indonesia mengambil peran sentral sebagai pemimpin bagi negara-negara Global South. Seruan ini disampaikan dalam sebuah seminar nasional yang membahas politik dan hubungan internasional. Acara tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wahid Hasyim di Semarang pada Selasa (26/8) secara daring.
Hery Saripudin menekankan bahwa sudah saatnya bagi Indonesia untuk memimpin negara-negara berkembang, terutama dengan fokus pada peningkatan kerja sama ekonomi. Pandangan ini didasarkan pada dinamika global terkini yang menunjukkan potensi besar di pasar non-tradisional. Pasar-pasar ini, seperti di Afrika, belum menjadi prioritas utama dalam penguatan hubungan bilateral Indonesia.
Menurutnya, potensi besar ini dapat dioptimalkan melalui diplomasi yang lebih agresif, khususnya di kawasan Afrika dan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan produk Indonesia serta memperkuat posisi strategis bangsa di kancah internasional. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat Konferensi Asia-Afrika.
Advertisement
Advertisement
Membangkitkan Semangat Bandung Spirit untuk Ekonomi
Duta Besar Saripudin mengungkapkan bahwa Afrika memiliki hubungan historis yang kuat dengan Indonesia, terbukti dari lahirnya semangat Bandung Spirit pada Konferensi Asia-Afrika tahun 1955. Negara-negara berkembang di benua hitam ini memandang Indonesia sebagai "mercusuar" dan menaruh harapan besar pada kepemimpinan bangsa. Mereka berharap Indonesia dapat memimpin di panggung global, terutama di antara negara-negara Global South.
Meskipun demikian, Saripudin mencatat bahwa pasar non-tradisional seperti Kenya belum menjadi prioritas utama bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini terlihat dari belum adanya kunjungan Presiden ke negara-negara Afrika selama sepuluh bulan masa pemerintahannya. Padahal, kunjungan Presiden Jokowi ke Kenya pada tahun 2023 diharapkan dapat dilanjutkan untuk memperkuat kerja sama ekonomi.
Oleh karena itu, ia berharap semangat Bandung Spirit Volume 2 dapat didorong kuat oleh semangat kerja sama ekonomi yang lebih intensif. Afrika, sebagai benua masa depan dan benua dengan populasi Muslim terbesar, menawarkan nilai-nilai positif yang sangat besar. Potensi pasar dan sumber daya di Afrika dapat menjadi peluang emas bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Peran Indonesia dalam Diplomasi Multilateral Islam
Selain mendorong Kepemimpinan Indonesia Global South, Saripudin juga menyoroti pentingnya peran Indonesia dalam diplomasi multilateral di antara negara-negara Islam. Ia menyarankan agar Indonesia saat ini sudah waktunya untuk mencalonkan generasi terbaiknya sebagai Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Posisi ini akan memberikan pengaruh signifikan bagi Indonesia di kancah global.
Menurutnya, kerja sama potensial dapat diperoleh dari negara-negara anggota OKI untuk memperluas pasar produk-produk Indonesia. Dengan memimpin OKI, Indonesia dapat membuka lebih banyak pintu bagi produk dan jasa nasional. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan ekspor dan diversifikasi pasar.
Untuk lebih meningkatkan kerja sama tersebut, Saripudin bahkan mendorong pembukaan kantor Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) khusus untuk OKI. Langkah ini akan memperkuat koordinasi dan fasilitasi hubungan antara Indonesia dengan organisasi dan negara-negara anggotanya. Keberadaan PTRI khusus ini akan menjadi bukti komitmen Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Diplomasi Melalui Pemberdayaan Diaspora
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Hery Saripudin juga menyoroti perlunya Indonesia memperkuat diplomasi dengan memberdayakan diaspora sebagai agen ekonomi. Selama ini, diplomasi diaspora seringkali hanya berfokus pada aspek perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri. Namun, potensi ekonomi diaspora jauh lebih besar dari itu.
Ia menekankan bahwa diaspora Indonesia memiliki jaringan dan kapasitas yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong investasi, perdagangan, dan promosi produk nasional. Dengan memberdayakan mereka sebagai agen ekonomi, Indonesia dapat menciptakan duta-duta ekonomi tidak resmi yang tersebar di berbagai belahan dunia. Ini akan sangat membantu dalam memperluas jangkauan ekonomi Indonesia.
Pendekatan ini akan mengubah paradigma diplomasi diaspora dari sekadar perlindungan menjadi penggerak ekonomi yang signifikan. Dengan demikian, diaspora tidak hanya menjadi objek perlindungan, tetapi juga subjek aktif dalam memajukan kepentingan ekonomi bangsa di kancah internasional. Ini adalah strategi cerdas untuk memaksimalkan potensi sumber daya manusia Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews