Fakta Menarik: Bahasa Indonesia Kini Resmi Jadi Prodi di Universitas Al-Azhar Mesir, Sejajar dengan Bahasa Dunia Lainnya!

Universitas Al-Azhar Mesir resmi membuka program studi Bahasa Indonesia di Al-Azhar mulai 2025/2026. Ini menandai tonggak penting diplomasi budaya dan pengakuan internasional atas bahasa persatuan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Menarik: Bahasa Indonesia Kini Resmi Jadi Prodi di Universitas Al-Azhar Mesir, Sejajar dengan Bahasa Dunia Lainnya!
Universitas Al-Azhar Mesir resmi membuka program studi Bahasa Indonesia di Al-Azhar mulai 2025/2026. Ini menandai tonggak penting diplomasi budaya dan pengakuan internasional atas bahasa persatuan. (Merdeka.com)

Kairo, Mesir – Universitas Al-Azhar, salah satu institusi pendidikan Islam tertua dan paling bergengsi di dunia, secara resmi membuka program studi Bahasa Indonesia mulai tahun akademik 2025/2026. Keputusan bersejarah ini menandai pencapaian signifikan bagi Indonesia dalam upaya menduniakan bahasa persatuan.

Persetujuan pendirian program studi ini dicapai dalam sidang Majelis Tinggi Al-Azhar Nomor 343 pada 21 Juli 2025, setelah melalui proses panjang. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Hafidz Muksin, menyatakan bahwa langkah ini memperkuat posisi strategis Indonesia di kancah internasional.

Pembukaan prodi ini tidak hanya menguntungkan dunia akademik, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam sejarah diplomasi budaya Indonesia di Timur Tengah. Hal ini sekaligus menegaskan pengakuan internasional atas peran strategis Bahasa Indonesia di tengah bahasa-bahasa dunia lainnya.

Perjalanan Panjang Menuju Prodi Resmi Bahasa Indonesia di Al-Azhar

Pengajaran Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2016 melalui inisiatif kerja sama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo dan Badan Bahasa Kemendikdasmen. Awalnya, program ini berbentuk kursus Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang ditujukan bagi dosen, mahasiswa, dan staf universitas.

Antusiasme yang terus meningkat dari para peserta kursus mendorong pengembangan program ini. Pada tahun 2019, Bahasa Indonesia bahkan ditetapkan sebagai bahasa pilihan kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah, Universitas Al-Azhar. Ini menunjukkan minat yang signifikan terhadap bahasa dan budaya Indonesia di kalangan civitas akademika Al-Azhar.

Puncak dari perjalanan ini adalah persetujuan resmi Majelis Tinggi Universitas Al-Azhar pada 21 Juli 2025. Dengan persetujuan ini, program studi Bahasa dan Sastra Indonesia akan resmi berjalan di Fakultas Bahasa dan Terjemah mulai 20 September 2025, membuka babak baru bagi pengajaran Bahasa Indonesia di Mesir.

Memperkuat Posisi Strategis Bahasa Indonesia di Kancah Global

Pendirian program studi Bahasa Indonesia di Al-Azhar memiliki implikasi besar bagi penguatan posisi bahasa ini di dunia internasional. Saat ini, Bahasa Indonesia telah digunakan di 57 negara di seluruh dunia dengan jumlah penutur aktif yang terus bertambah, menjadikannya salah satu bahasa yang berkembang pesat.

Hafidz Muksin menekankan bahwa ini adalah peluang emas untuk mengokohkan diplomasi lunak Indonesia. Diharapkan, Bahasa Indonesia mampu sejajar dengan bahasa-bahasa dunia lainnya seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Arab yang juga diajarkan di Universitas Al-Azhar.

Para alumni program studi ini diharapkan dapat berperan sebagai "Indonesianis", yaitu individu yang memiliki pemahaman mendalam tentang Indonesia. Mereka akan menjadi jembatan budaya dan bahasa, serta berpotensi besar untuk berkontribusi dalam pusat kajian Islam internasional, khususnya di wilayah Asia Tenggara.

Kolaborasi dan Antusiasme Mahasiswa yang Meningkat

Proses pendirian program studi ini melibatkan kolaborasi erat antara berbagai pihak. Konsorsium perguruan tinggi Indonesia, termasuk Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, turut mendukung penyusunan kurikulum, penyediaan dosen, hingga program pertukaran akademik.

Selain itu, KBRI Kairo bersama Badan Bahasa Kemendikdasmen aktif melakukan koordinasi intensif dengan pihak Al-Azhar sepanjang tahun 2023 hingga 2025. Pertemuan dengan Rektor Universitas Al-Azhar dan Grand Syekh Al-Azhar menjadi bagian dari upaya serius untuk mewujudkan program studi ini.

Komitmen Indonesia juga ditunjukkan dengan rencana pengiriman empat dosen secara berkelanjutan untuk mendukung operasional prodi. Minat mahasiswa terhadap Bahasa Indonesia juga terus meningkat; pada tahun akademik 2024/2025, tercatat 51 mahasiswa memilih Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, yang diperkirakan akan terus bertambah seiring dibukanya program studi resmi ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi