Fakta di Balik Viral Bocah di Lamongan Kesulitan Berobat

Rabu, 29 Januari 2020 16:50 Reporter : Erwin Yohanes
Fakta di Balik Viral Bocah di Lamongan Kesulitan Berobat Ilustrasi

Merdeka.com - Viral, sebuah akun di media sosial (medsos) Facebook mengunggah posting-an kisah seorang anak yang sedang menderita penyakit. Mirisnya, tidak hanya soal penyakit yang menjadi masalah, namun pembiayaan kesehatan dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) pula yang ikut dipersoalkan.

Posting-an yang berseliweran di jagad medsos tersebut salah satunya diunggah oleh akun Koko. Dalam akun tersebut, diceritakan ada seorang anak bernama Alfian Arga Wardhana berumur 9, tengah menderita sakit kelebihan sel darah putih.

Akibatnya, tubuh Alfian menjadi kurus kering dan tidak berdaya. Mirisnya, sang orang tua kekurangan biaya hingga menyebabkan tidak bisa melakukan pengobatan secara maksimal. Berikut kutipan lengkap postingan akun Koko:

"Derita Alfian, bocah yatim sakit, yang terdaftar sebagai peserta KIS/kartu indonesia sehat yang dibiayai dengan PBID Boyolali Jateng namun kartunya tidak bisa digunakan di wilayah Lamongan Jatim".

Alfian Arga Wardhana adalah seorang bocah yatim berusia 9 tahun dan merupakan anak dari Sumiyati yang tercatat sebagai warga Dusun Gunungsari Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Alfian begitu panggilan akrabnya saat ini sedang mengalami sakit hingga membuat tubuhnya kurus kering, serta hanya bisa berbaring saja karena tidak bisa lagi berjalan akibat sakit yang dideritanya akibat kelebihan sel darah putih.

Fisiknya lemah dan merasa sering capek-capek semenjak beberapa tahun ini akibat deraan sakitnya itu.

Pengobatan Alfian tidak bisa maksimal karena kekurangan biaya untuk berobat secara intensif dan optimal karena berobat secara umum. Demikian bunyi tulisan yang dikutip dari postingan akun FB bernama Koko.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon soal ini, ibu kandung Alfian, Sumiyati mengatakan, jika sang anak memang tengah sakit sebagaimana yang diceritakan oleh akun FB Koko. "Iya sakit, sekarang sedang di rumah sakit," ungkapnya, Rabu (29/1).

Ditanya soal persoalan pembiayaan dengan menggunakan KIS miliknya yang katanya tidak dapat digunakan, mengingat dia bukan warga Lamongan, Sumiyati membantahnya. Dia menyatakan, saat ini ia sudah berada di RSUD Lamongan, dan menggunakan pembiayaan dengan KIS.

"Ini pakai KIS kok, diterima dengan baik oleh rumah sakit. Ke depannya enggak tahu ya, tapi ini tadi ditransfusi darah dua kaplet," ungkapnya.

Ia lalu bercerita muasal masalah yang menderanya. Soal KIS seperti yang di ceritakan akun Koko, ia sebenarnya tidak mengetahui secara pasti. Sebab ia belum pernah mengajukan sendiri. Ia hanya mendengar 'katanya' dari para tetangga.

"Soal KIS saya tidak tahu pak. Katanya orang gini-gini. Gur katanya orang. Kan belum saya ajukan sendiri gitu, minta rujukan ke faskes (fasilitas kesehatan) pertama dulu kalau mau saya bikin gitu, faskes pertama Solo. Sementara kalau dari faskes pertama Solo bisa berobat sini katanya pak, lah itu katanya tetangga saya itu faskes bisa dipindah ke lamongan. Lah kemarin itu saya urus ke (Kecamatan) Brondong, ada Dina kartu BPJS itu loh pak, katanya enggak bisa, masih faskes sana (solo)," ceritanya.

Dia melanjutkan, pada akhirnya ia pun dibantu oleh petinggi (perangkat) desa, dibawa ke puskesmas terdekat. Meski faskes pertamanya ada di Solo, tapi ternyata tidak ada masalah.

"Akhirnya bisa ke puskesmas, Pak Tinggi (perangkat) bilang gimana-gimana gitu, Pak Tinggi Kades Luhgung yang saya tempati itu, kok gak minta faskes pertama saya Solo itu, kok langsung ke puskesmas. Pak Tinggi minta ke (rumah sakit) Lamongan, langsung ke Lamongan," tandasnya.

Sumiyati kembali menegaskan, jika hingga saat ini dia masih ber-KTP warga Jateng. Namun sejak 2004 ia tinggal di Desa Luhgung, Kecamatan Brondong, Lamongan.

"Saya ini bodo (bodoh) tulisan, saya tinggal 2004, KTP (masih) Jateng, identitas sementara Lamongan tidak punya," tegasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini