Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta telah mengumumkan status waspada. Peringatan ini menyusul peningkatan signifikan pada ketinggian muka air di pos pantau Pintu Air Angke Hulu.
Kenaikan Air Pintu Air Angke Hulu tercatat mencapai 190 cm pada Kamis (23/10) dini hari pukul 00.00 WIB. Angka ini menunjukkan peningkatan 10 cm dari laporan sebelumnya pada pukul 22.00 WIB.
Peningkatan ini terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu. Kondisi ini memengaruhi aliran sungai di seluruh Provinsi DKI Jakarta. Potensi banjir dapat terjadi di sejumlah wilayah.
Advertisement
Advertisement
Kenaikan Muka Air dan Respons Cepat BPBD
Pada Kamis dini hari, tepatnya pukul 00.00 WIB, pos pantau Pintu Air Angke Hulu menunjukkan angka 190 cm. Ini adalah peningkatan yang cukup signifikan dari 180 cm pada pukul 22.00 WIB sebelumnya. Data ini, dikutip dari akun X resmi @BPBDJakarta, menjadi dasar penetapan status waspada oleh BPBD Jakarta.
Peningkatan Kenaikan Air Pintu Air Angke Hulu ini mendorong petugas BPBD untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air. Sinergi ini penting dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir yang bisa terjadi akibat cuaca hujan yang terus-menerus.
Langkah antisipasi yang diambil meliputi penyebaran informasi kepada camat dan lurah terkait di wilayah yang berpotensi terdampak. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan selalu mengikuti pembaruan informasi resmi dari instansi berwenang.
Advertisement
Advertisement
Wilayah Terdampak dan Imbauan Kewaspadaan
Aliran air yang berasal dari Pintu Air Angke Hulu diperkirakan akan mencapai pos pantau Cengkareng Drain sekitar pukul 01.00 WIB pada Kamis dini hari. Pergerakan air ini akan melewati beberapa wilayah padat penduduk di Jakarta Barat.
Wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak Kenaikan Air Pintu Air Angke Hulu antara lain Kembangan Selatan, Duri Kosambi, Rawa Buaya, Kembangan Utara, Kedaung Kaliangke, Cengkareng Timur, Kapuk, Kapuk Muara, dan Kamal Muara. Daftar ini menjadi fokus utama BPBD dalam penyampaian informasi dan imbauan.
BPBD DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat yang tinggal di area tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan secara maksimal. Persiapan langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan tinggi muka air sangat diperlukan guna mengurangi risiko dan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh banjir.
Advertisement
Masyarakat juga dianjurkan untuk tidak panik namun tetap siaga, serta segera menghubungi pusat Jakarta Siaga di nomor 112 jika menghadapi situasi darurat. Nomor ini siap melayani laporan dan memberikan bantuan cepat dalam kondisi mendesak.
Sumber: AntaraNews