Fadli Zon Nilai Indonesia Raya Tak Perlu Dinyanyikan Sebelum Film Diputar di Bioskop

Jumat, 1 Februari 2019 23:06 Reporter : Mardani
Fadli Zon Nilai Indonesia Raya Tak Perlu Dinyanyikan Sebelum Film Diputar di Bioskop Diskusi Ancaman Hoax dan Keutuhan NKRI. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai tak perlu menyanyi lagu Indonesia Raya sebelum pemutaran film di Bioskop. Dia mengatakan keputusan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini terlalu grasak grusuk.

"Saya kira itu tak perlu. Itu lah karena ini grasak grusuk. Pemerintahan ini kan memang pemerintahan amatiran ya, semuanya main lempar dan kemudian dikoreksi," katanya saat ditemui wartawan Gedung DPR, Jakarta, Jumat (1/2).

Dia juga mengatakan apa yang dilakukan Kemenpora adalah salah satu bentuk amatiran dari pemerintahan.

"Jadi apa yang dilakukan Kemenpora adalah salah satu bentuk amatiran terbaru dari pemerintahan sekarang," ujarnya.

Menurutnya, untuk membuktikan rasa cinta terhadap tanah air tidak perlu seperti itu. Rasa nasionalisme pada masyarakat Indonesia juga dinilai tidak ada yang kurang.

"Saya kira tidak perlu lah begitu-begitu, kayak orang baru merdeka saja dan saya kira tidak ada rasa nasionalisme kita yang berkurang," tuturnya.

Imbauan Menpora untuk menyanyikan Indonesia Raya di bioskop pertama kali diketahui dari surat yang ditandatangani oleh Menpora, Imam Nahrawi. Sebagaimana isi dari surat imbauan tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan mewujudkan generasi muda yang mencintai tanah air.

Diketahui, Kemenpora memutuskan mencabut surat imbauan menyanyikan lagu Indonesia Raya di bioskop. Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewabroto mengatakan pihaknya tak gengsi mencabut surat itu jika akhirnya memicu kegaduhan publik.

"Kalau ternyata itu kegaduhannya tinggi, kami tidak boleh merasa malu untuk segera mencabut daripada demi gengsi dipertahankan. Yang rugi juga masyarakat, yang rugi juga kantor kelembagaan," kata Gatot di Kemenpora, Jakarta Selatan, Jumat (1/2).

Gatot menuturkan, Menteri Imam Nahrawi belum menandatangani surat pencabutan imbauan menyanyikan lagu Indonesia Raya di bioskop. Sebab, menurutnya, Menpora masih melakukan kajian terkait imbauan tersebut.

"Memang dokumen itu masih dikaji dengan Pak menteri untuk segara insyaAllah ditanda tangani," ujarnya.

Berdasarkan prosedur, kata Gatot, setiap surat yang dikeluarkan termasuk surat pencabutan ini harus ditandatangani Menpora. Sebab, Imam adalah pemilik jabatan tertinggi di Kemenpora.

"Jadi tidak ada yang berbeda dengan apa yang saya sampaikan tadi pagi. Hari ini rencana tapi secara legal formal memang belum dari pak menteri (yang) tanda tangan. Semoga hari ini surat tanda tangan untuk rencana pencabutan (dikeluarkan)," ungkapnya.

Sebelumnya, Kemenpora menyatakan alasan pencabutan surat itu karena munculnya kegaduhan dan resistensi yang tinggi dari publik.

"Alhamdulillah, surat imbauan tentang menyanyikan lagu Indonesia Raya di setiap jelang pemutaran film di bioskop sudah dicabut. Hal itu atas dasar berbagai pertimbangan dan juga karena resistensi dan kegaduhannya yang sangat tinggi. Mohon maaf," kata Gatot.

Reporter Magang: Ranti Yunidar [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Kemenpora
  2. Bioskop
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini