Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fadli minta pencurian dokumen Pilkada Dogiyai di MK diinvestigasi

Fadli minta pencurian dokumen Pilkada Dogiyai di MK diinvestigasi Fadli Zon. ©2017 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengusulkan agar dilakukan investigasi terkait pencurian berkas perkara Pilkada Dogiyai di Mahkamah Konstitusi (MK). Aksi pencurian berkas oleh empat pegawai MK itu dinilainya sebagai bentuk sabotase dan kesengajaan.

"Harusnya diinvestigasi, karena kalau berkas hilang itu sudah diregistrasi, sudah masuk, sudah ada tanda terima itu tidak boleh hilang. Kalau ada hilang itu bentuk sabotase atau kesengajaan mungkin. Jadi harusnya tidak boleh itu terjadi di lembaga seperti MK," kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/3).

Fadli menyarankan MK melakukan penyelidikan internal terkait 4 pegawainya yang diduga terlibat pencurian berkas. Apabila aksi pencurian itu terindikasi melanggar aturan hukum maka MK harus melaporkan empat pegawainya ke polisi.

"Kalau saya lihat sih ya masing-masing institusi punya internal regulation sendiri, kalau misalnya itu ranahnya sudah ranah hukum ya itu sudah tepat lah kalau dilaporkan ke ranah hukum," tegasnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menengarai aktor intelektual dibalik pencurian itu adalah pihak yang bersengketa. "Yang pasti kalau kaitannya sengketa itu kan tentu orang-orang yang sedang bertanding, orang-orang yang sedang berkompetisi, cuma siapa yang berkompetisi itu perlu dicaritahu," tandas Fadli.

Berkas perkara Pilkada Dogiyai dinyatakan hilang saat diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Rupanya, dokumen tersebut terbukti dicuri orang orang dalam MK sendiri saat tengah malam.

Awalnya, kasus hilangnya dokumen di MK ini diungkap oleh kubu Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai, Markus Waine-Angkian Goo, sebagai pihak pemohon di MK. Kemudian, MK membentuk tim penyelidikan yang akhirnya ditemukan 4 pegawainya terlibat.

"Yang terlibat dua PNS dan dua sekuriti, sekarang sudah diberhentikan," kata Jubir MK Fajar Laksono saat dihubungi merdeka.com, Kamis (23/3).

Fajar menjelaskan, kehilangan dokumen ini sangat merisaukan bagi MK. Padahal, sistem pengamanan di MK sendiri, disebutnya sudah sangat baik. Karena itu, dengan mudah pihaknya mengetahui siapa yang mencuri dokumen tersebut.

"Berkas hilang itu diketahui karena sistem yang kita terapkan bekerja dengan baik. Pengamanan pemberkasan, admin bekerja dengan baik, makanya begitu ada satu saja berkas yang tidak berada pada tempatnya, langsung terdeteksi, begitu tahu barang itu tidak ada di tempatnya, maka dicari siapa tahu keselip, setelah dicari yang bersangkutan, rupanya tidak ketemu, setelah itu kemudian inisiatif jangan-jangan ada orang yang mengambil, dilihat dari CCTV," jelas Fajar.

Penelusuran pun dilakukan sehari sebelum berkas itu dinyatakan hilang melalui CCTV. Di situ terlihat, ada dua sekuriti yang masuk ke dalam ruang pemberkasan dan mengambil dokumen tersebut.

"Ada 2 sekuriti yang mengambil, malam hari jam 1 lewat, setelah itu kedua orang itu dipanggil diperiksa, sampai kemudian proses pemeriksaan menyebutkan nama-nama yang memerintahkan, menyuruh, nah akhirnya disebut nama 2 PNS itu," jelas dia.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP