Enam bulan terakhir, terduga teroris Dedy larang anaknya sekolah

Rabu, 16 Mei 2018 17:37 Reporter : Darmadi Sasongko
Kontrakan Dedi terduga teroris di Surabaya. ©2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Terduga teroris Dedy Sulistianto, yang ditembak mati petugas Densus 88, tidak banyak dikenal di lingkungannya. Ayah tiga anak itu pun tidak diketahui pekerjaan kesehariannya. Warga hanya mengenal sosoknya yang rajin ibadah.

"Dulu katanya pernah menjadi tukang las, tapi tidak tahu setelah itu kerjanya apa," kata Siswanto, warga sekitar Jalan Sikatan IV, Kelurahan Manukan Wetan, Kota Surabaya, Rabu (16/5).

Siswanto mengaku pernah tinggal berhadapan rumah saat Dedy masih tinggal di indekos lama. Namun tidak pernah tahu profesi Dedy secara pasti.

Selama tinggal berdekatan, Siswanto menyebut Dedy sosok pendiam. Tidak banyak bicara, kecuali hanya sekadar bertegur sapa dengan para tetangga.

Sementara warga yang lain, Sarmi mengenal Dedy karena ciri khas rambut putih. Dia tidak mengetahui nama aslinya. Sarmi mengaku lebih mengenal istri Dedy, SY yang sering terlihat saat berbelanja ke pasar dan mengantar anak-anaknya. SY keseharian berjualan dan menerima pesanan pembuatan kue.

Baik Sarmi maupun Siswanto melihat keanehan pada keluarga Dedy dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Anaknya yang paling kecil sudah tidak diperbolehkan sekolah.

"Kalau cerita pada teman-temannya, katanya akan diajari oleh ayah-ibunya di rumah. Mulai tidak boleh sekolah," katanya.

Keanehan juga dirasakan dari sikap istri Dedy, yang tidak lagi banyak bergaul dengan lingkungan. Beberapa warga sekitar melihat SY semakin sibuk.

Informasi dihimpun Merdeka.com, sebelum terjadi penggerebekan, dua anak Dedy sedang mengaji tidak jauh dari rumahnya.

Saat itu, sang ayah berpesan pada mereka agar tidak pulang terlebih dahulu. Pesan itu pun juga disampaikan siang hari. Anaknya diminta bermain bersama teman-temannya.

"Seolah sudah tahu kalau sedang dicari-cari," tegas sumber tersebut.

Anaknya langsung menangis melihat kondisi Dedy yang sudah meninggal dunia. Tangisnya pecah dan petugas meminta tolong guru mengaji sang bocah untuk ikut mendampingi. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini