Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Peraga Imtaq, Kantor Bupati Gowa Digeledah Polisi

Selasa, 14 Mei 2019 20:44 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Peraga Imtaq, Kantor Bupati Gowa Digeledah Polisi Ilustrasi Garis Polisi. ©2015 merdeka.com/afif

Merdeka.com - Puluhan polisi dari tim penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel menggeledah kantor Bupati Gowa, Selasa, (14/5). Penggeledahan dikawal personel Brimob juga puluhan orang berikut dan Provost.

Penggeledahan yang berlangsung sejak pagi tadi hingga malam ini terkait pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga iman dan taqwa (Imtaq) tahun anggaran (TA) 2018. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani yang dikonfirmasi membenarkan kegiatan penggeledahan oleh penyidik Tipikor tersebut.

"Penggeledahan ini dalam rangka menindaklanjuti laporan adanya dugaan penyalahgunaan dalam pengadaan alat peraga Iman dan Taqwa (imtaq) Tahun Anggaran 2018. Jadi, penyidik lakukan penggeledahan dulu untuk memeriksa apakah ada potensi kerugian negara atau tidak. Yang diperiksa adalah dokumen-dokumen terkait proyek pengadaan alat peraga Imtaq tersebut," jelas Dicky Sondani.

Dia mengatakan, laporannya masuk Januari 2019 lalu yakni kasus dugaan korupsi pada kegiatan pengadaan alat peraga Imtaq di Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa dengan nilai kontrak sebesar Rp 5,5 miliar yang diduga telah terjadi mark up harga.

Penyedia atau rekanan adalah PT Arsa Putra Mandiri yang dipinjam untuk digunakan oleh perempuan Rahmawati Bangsawan alias Neno. Dari hasil kegiatan penyelidikan Subdit Tipikor Polda Sulsel di Yogyakarta yang merupakan lokasi sumber barang, uang yanh dikeluarkan untuk pekerjaan kurang lebih Rp 1,5 miliar dan ditemukan pula keterlambatan.

"Bulan Februari 2019 masih terjadi pengiriman barang dari Yogyakarta ke Makassar, sementara berdasarkan BAST progres pekerjaan dinyatakan 100% pada bulan september 2018. Selanjutnya hasil pemeriksaan terhadap beberapa pihak menunjukkan bahwa terdapat intervensi dari beberapa pihak dalam proses lelang, pelaksanaan maupun pencairan pembayaran," jelas Kombes Polisi Dicky Sondani.

Sementara Kasubdit III Tipikor Direskrimsus Polda Sulsel yang memimpin tim penggeledahan itu, Kompol Yudha Wirajati mengatakan, pihaknya belum bisa menjelaskan apa saja yang disita dari lokasi penggeledahan karena penggeledahannya sendiri masih berlangsung hingga malam ini.

"Penggeledahan dari pagi pagi tadi dan sekarang belum selesai," kata Yudha Wirajati yang dikonfirmasi.

Ditambahkan, alat peraga Imtaq yang dimaksud itu adalah antara berupa mainan, atlas, poster pahlawan dll diperuntukkan buat murid kelas I dan kelas II madrasah. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Korupsi
  2. Gowa
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini