Advertisement
Ade menjelaskan duduk perkara ribut-ribut tersebut. Dia mengakui jalan yang menjadi lokasi konten youtuber menghalau pengendara banyak terjadi pelanggaran. Mulai dari melawan arus sampai memaksa putar balik di lokasi yang dilarang.
"Jadi akar masalahnya adalah, masih kami temukan adanya masyarakat yang melanggar rambu tidak boleh melawan arus tetapi mereka melawan arus. Kemudian tidak boleh putar balik, mereka melakukan putar balik,"
kata Ade Ary kepada wartawan, Rabu (16/7).
Advertisement
merdeka.com
Oleh sebab itu, Ade mengimbau pengendara mematuhi aturan rambu-rambu lalu lintas baik, ada atau tidaknya petugas di lokasi. Meskipun, saat ini telah ada tilang ETLE mobile dan tilang manual, namun pelanggaran masih kerap terjadi.
"Seperti kucing-kucingan. Ini kami membutuhkan kesadaran masyarakat ada atau tidak ada petugas di lapangan. Tetapi ada rambu di situ bahwa jalan ini adalah satu arah," tutur dia. "Tolong jangan dilanggar, karena itu juga sangat membahayakan keselamatan pelanggar dan keselamatan pengguna jalan lain. Kita tahu bahwa jalan umum ini adalah fasilitas bersama, di mana harus terjadi saling toleransi," sambungnya.
Advertisement
Advertisement
Tujuannya guna memberikan edukasi dan imbauan kepada para pengendara 'bandel'.
"Kami sama-sama disini hadir untuk melakukan edukasi mohon dengan hormat masyarakat yang menggunakan jalan di Jalan Kyai Hj, Abdullah Syafei di daerah Tebet,"
imbuh Ade Ary.
Advertisement
Selain imbauan, Ade mengingatkan kepada para konten kreator atau youtuber untuk lebih dahulu berkoordinasi dengan pejabat di daerah setempat. Hal itu guna menjaga ketertiban di wilayah dan mencegah terjadinya konflik antar masyarakat.
"Mohon berkomunikasi dengan 3 pilar, ada Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pak Lurah di sini, Pak RW di sini, tolong dikoordinasikan nanti kita dampingi supaya tidak terjadi gesekan seperti kemarin," ucapnya. "Semoga kegiatan siang hari ini bermanfaat, dan yang lebih penting adalah terjadinya atau terwujudnya kamseltibcarlantas di sini, itu berkat dukungan kita semua," tambah Ade Ary.