Dubes Amerika kagumi hutan mangrove Wonorejo Surabaya
Merdeka.com - Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr mengapresiasi upaya Pemkot Surabaya Jawa Timur dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan. Apresiasi positif ini disampaikan Donovan saat berkunjung ke kawasan mangrove di Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Selasa sore (1/3). Dia bersama stafnya disambut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Ikut hadir Kepala Dinas Pertanian Kota Surabaya Joestamadji, Kepala Bagian Kerja Sama Dewi Wahyu Wardani, Kepala Dinas Perhubungan Irvan Wahyudrajat, serta Kepala Satpol PP Irvan Widyanto.
Pada kesempatan tersebut, mereka juga melakukan penanaman pohon mangrove. Mereka juga melihat langsung hutan mangrove sembari menikmati teduhnya hutan lindung tersebut.
Tak hanya itu, mereka juga menyempatkan diri singgah di Sentra Kuliner MIC (Mangrove Information Center) yang menjajakan aneka makanan khas laut.
"Ini kunjungan pertama saya ke Surabaya sejak saya memberikan surat kepercayaan (credential letter) kepada Presiden Joko Widodo dari presiden saya," terang Donovan.
Dia dan istrinya juga mengaku tertarik dengan program Pemkot Surabaya yang sadar lingkungan. Bahkan, dalam perbincangannya dengan Risma, Donovan acap kali mengatakan: Wow, that’s great.
Saat mendengar penjelasan Risma terkait program-programnya soal lingkungan, Donovan juga sering berucap: Amazing. Terutama saat Risma menunjukkan foto-foto burung yang biasanya singgah ke kawasan mangrove Wonorejo. Juga satwa seperti monyet yang hidup di kawasan mangrove wonorejo.
"Kami sangat terkesan dengan program ibu wali. Kami bisa belajar banyak mengenai upaya perlindungan lingkungan di Surabaya. Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu Wali Kota Surabaya," sambung ayah dua anak ini.
Sementara Risma mengatakan, Donovan datang ke Surabaya, karena ingin berkunjung ke mangrove Wonorejo. "Terus terang yang milih tempatnya beliau, bukan kami. Dan kami juga senang karya kami meski saya merasa masih jauh dari sempurna tapi sudah mulai dapat apresiasi. Beliau mengapresiasi Surabaya yang sudah melakukan pengelolaan lingkungan," jelas Risma.
Sebenarnya, lanjut Risma, upaya pengelolaan lingkungan, utamanya kawasan mangrove, bukanlah hal yang rumit. Tetapi yang sulit adalah bagaimana menjaga konsistensi.
"Beliau bilang belajar banyak dari sini, sebetulnya saya kira ini ilmu yang sederhana yang butuh konsistensi. Konsistensi ini yang paling susah," ujarnya.
Risma juga menyebut, posisi hutan mangrove sangat penting. Tidak hanya untuk perlindungan Kota Surabaya dari ancaman rob maupun tsunami, tetapi juga menjadi rumah yang nyaman bagi ikan-ikan.
"Suatu saat akan terasa sekali manfaatnya untuk Surabaya, bahkan untuk dunia. Karena mangrove ini tempat berpijahnya ikan, bukan hanya dari sisi keamanan dari tsunami atau dari rob. Karena itu, kalau mangrove nggak ada, mungkin ikan akan sulit berkembang," pungkasnya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya