Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dua kelompok nelayan Kabupaten Pesisir Selatan bentrok gara-gara alat tangkap ikan

Dua kelompok nelayan Kabupaten Pesisir Selatan bentrok gara-gara alat tangkap ikan Demo nelayan di Jakarta. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Antarkelompok nelayan di Nagari Punggasan Muaro Kandis, Kecamatan Linggosari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan kembali terlibat bentrok. Sebab awalnya karena pengoperasian alat tangkap hamparan dasar di laut.

Informasi yang didapat, bentrok terjadi sekitar pukul 08.00 WIB yang melibatkan beberapa orang nelayan. Ketua Pokmaswas Ombak Biru setempat, Jamirus, menyebut kelompok yang terlibat bentrok yakni Airhaji dengan nelayan Punggasan Muaro Kandis.

"Kejadiannya akibat pengoperasian alat tangkap lamparan dasar. Jadi bentrok kembali karena nelayan Muaro Kandis Punggasan tidak membolehkan lamparan dasar digunakan di sana," jelas Jamirus saat dihubungi merdeka.com, Selasa (23/1).

Menurutnya, akibat bentrokan itu, nelayan dari salah satu kelompok mengalami luka-luka. Namun, kondisi tidak ada terlalu parah karena bentrokan lebih dulu dicegah.

"Yang nelayan pengguna lamparan dasar infonya luka. Pukat ditahan nelayan Punggasan," sebutnya.

Saat ini, kedua belah pihak yang terlibat bentrok sedang dimediasi. "Bupati sudah turun ke lokasi, mungkin melihat kondisi yang terjadi. Mudah-mudahan secepatnya mendapatkan jalan keluarnya," jelas Jamirus.

Hingga berita ini, suasana di sekitar lokasi bentrok sudah aman.

Sebelumnya, bentrokan serupa juga pernah terjadi pada 1 Januari 2018 lalu, sebanyak dua unit kapal yang beroperasi menggunakan jenis pukat harimau dibakar warga. Hal tersebut diduga, akibat warga geram melihat operasi kapal-kapal tersebut tidak tersentuh hukum.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP