Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Syarifah Saqinah, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap gerak cepat pemerintah kota setempat. Apresiasi ini diberikan atas berbagai upaya proaktif dalam pencegahan banjir yang telah dilakukan menjelang musim hujan.
Langkah-langkah konkret yang diapresiasi meliputi normalisasi sungai di Jalan A Yani serta pembenahan drainase di Jalan Lambung Mangkurat. Inisiatif ini dinilai sangat krusial untuk mengantisipasi potensi genangan air dan banjir di tengah intensitas curah hujan yang diprediksi tinggi.
Sebagai daerah dataran rendah, Kota Banjarmasin memang sangat rentan terhadap banjir saat musim hujan lebat jika tidak ditangani sejak dini. Oleh karena itu, penanganan dengan memaksimalkan fungsi drainase dan aliran sungai menjadi prioritas utama yang harus terus digalakkan.
Advertisement
Advertisement
DPRD Dorong Penanganan Banjir yang Maksimal dan Kreatif
Syarifah Saqinah menegaskan pentingnya penanganan banjir yang maksimal dan kreatif di wilayah Banjarmasin. Ia menyebutkan bahwa kota ini memiliki banyak titik rawan banjir yang memerlukan perhatian serius dan solusi inovatif dari pemerintah daerah.
"Saat rapat komisi dengan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang, sebagai mitra kerja kita, kita ingatkan selalu itu," ujarnya, menunjukkan komitmen DPRD dalam mengawal upaya pencegahan banjir. Hal ini menjadi bukti sinergi antara legislatif dan eksekutif.
Selain membersihkan aliran drainase dari sampah yang sering menyumbat, Syarifah juga menekankan pentingnya pengerukan sungai-sungai. Langkah ini krusial agar sungai tidak dangkal dan mampu menampung debit air lebih banyak, terutama saat curah hujan ekstrem.
Advertisement
Berkaca pada pengalaman banjir besar lima tahun lalu di kota ini, Syarifah Saqinah berharap kejadian serupa tidak akan pernah terjadi lagi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong membersihkan lingkungan, karena menurutnya, "tanggung jawab kita bersama ini, selain pemerintah harus serius menangani ini."
Advertisement
Upaya Intensif DPUPR dalam Antisipasi Banjir di Banjarmasin
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, menjelaskan berbagai upaya antisipasi banjir yang telah dan sedang dilakukan. Pihaknya mengintensifkan pemeliharaan daerah aliran sungai dan drainase di sejumlah titik strategis.
Pemeliharaan ini menjadi skala prioritas utama mengingat intensitas musim hujan yang tinggi di Banjarmasin. Fokus utama penanganan adalah wilayah-wilayah yang menjadi langganan banjir atau tergenang, seperti di kawasan Kayu Tangi, Banjarmasin Utara.
Suri mengungkapkan bahwa wilayah tersebut kerap menjadi langganan banjir, utamanya saat intensitas hujan tinggi, demikian juga saat air pasang tinggi. Oleh karena itu, langkah antisipasi harus dilakukan secara cepat dan berkelanjutan dengan pemeliharaan rutin.
Advertisement
Sebagai daerah yang berada di bawah permukaan laut dan tanah rawa, Banjarmasin menghadapi tantangan unik dalam penanganan banjir. Suri mengakui bahwa pembangunan dan pembenahan drainase di kota yang dikenal sebagai kota seribu sungai ini masih panjang, dengan baru sekitar 15 persen dari total kebutuhan 300 kilometer yang telah ditangani.
Sumber: AntaraNews