DPRA Soal Kasus Kriminal Bersenjata Dalam Sepekan: Sudah Cukup Kita Merasakan Konflik

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Safaruddin, mengajak semua pihak yang ada di Aceh saling menjaga keberlanjutan keamanan yang sudah dirasakan masyarakat sejak terciptanya perdamaian 2005 silam.

Alfath Asmunda
Oleh Alfath Asmunda - Reporter
DPRA Soal Kasus Kriminal Bersenjata Dalam Sepekan: Sudah Cukup Kita Merasakan Konflik
pistol. ©2012 Merdeka.com

Tiga kasus kriminal bersenjata terjadi di wilayah Aceh dalam sepekan terakhir. Pertama di Aceh Barat, kemudian Pidie dan Aceh Timur.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Safaruddin, mengajak semua pihak yang ada di Aceh saling menjaga keberlanjutan keamanan yang sudah dirasakan masyarakat sejak terciptanya perdamaian 2005 silam.

"Kita tidak ingin lagi kembali ke masa suram. Cukup sudah kita merasakan konflik yang berkepanjangan, sudah banyak korban yang berjatuhan," katanya di Banda Aceh, Senin (1/11).

Dia meminta aparat kepolisian menindak tegas pelaku kejahatan, apalagi menggunakan senjata api. Safaruddin menegaskan, kedamaian merupakan harga mati yang harus dijaga dan dirawat rakyat Aceh.

"Tidak ada tawar menawar dengan perdamaian. Kita semua harus menjaganya sampai kapanpun. Setiap kejahatan dan kriminalitas di Aceh harus ditindak agar kondisi Aceh tetap aman dan nyaman," tegasnya.

Di sisi lain, Safaruddin mengaku prihatin dengan tingkat kesejahteraan masyarakat Aceh saat ini. Di mana kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan lapangan pekerjaan masih menjadi masalah besar.

"Saat ini kita sedang fokus untuk memperbaiki pembangunan Aceh ke arah yang lebih baik. Meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Jangan sampai agenda mulia ini terusik oleh aksi kriminalitas," ungkapnya.

Namun demikian, politisi partai Gerindra tersebut mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum selama ini dalam menjaga kondusifitas Aceh. Sehingga sudah banyak investor yang kembali melirik Aceh.

Lembaga DPRA, tuturnya, berharap kondisi aman yang dirasakan selama ini terus terpelihara dan setiap pelaku kejahatan bisa segera diungkap.

"Supaya roda perekonomian dan pembangunan Aceh terus bergerak dan Aceh bisa keluar dari kukungan kemiskinan," pungkasnya.

Rekomendasi