DPD Pastikan Tak Ada Kecurangan dalam Situng usai Sidak Ke KPU

Rabu, 8 Mei 2019 16:00 Reporter : Merdeka
DPD Pastikan Tak Ada Kecurangan dalam Situng usai Sidak Ke KPU Komisi I DPD sidak ke KPU. ©Liputan6.com/Delvira Hutabarat

Merdeka.com - Komite I DPD RI mendatangi kantor KPU RI pada Rabu (8/9). Kedatangan tersebut untuk mengecek server dan sistim informasi penghitungan (Situng) KPU.

Ketua Komite I DPD RI, Benny Ramdhani menyebut kedatangannya juga untuk mengonfirmasi kabar di media sosial salah satunya terkait kecurangan Situng KPU. "Kami ambil keputusan untuk datang bertemu dengan jajaran komisioner KPU, juga Bawaslu terkait persoalan menonjol dan cukup ramai di media masalah situng," ujar Benny di kantor KPU, Rabu (8/9).

Kedatangan Benny bersama Wakil Ketua Komite I DPD Yacob Esau Komigi, anggota Komite I DPD Eni Sumarni, Muhammad Idris dan Syafrudin Atasoge, disambut langsung oleh Ketua KPU Arief Budiman. Arief lantas mengajak Komisi I berkeliling KPU melihat proses Situng.

Berdasarkan hasil pemantauan, Benny memastikan tuduhan situng curang dan digunakan untuk kepentingan beberapa pihak tidak benar.

"Kalau ada tuduhan selama ini disiapkan dan didesain untuk kepentingan pihak tertentu, kami berani mengatakan zero persen dari tuduhan itu," katanya.

Dari tinjauannya, Benny memastikan data dalam situng merupakan data yang sesungguhnya yakni scan data formulir C1 yang diterima dari KPPS.

"Kami bisa memastikan selain secara teoritik maupun akademik, situng ini secara disclaimer, data entri yang ditampilkan pada menu situng suara adalah data apa adanya," kata Benny

Menurutnya, semua data yang masuk Situng sesuai dengan C1. "Sesuai dengan angka yang tertulis pada salinan form C1 yang diterima kabupaten/kota dari KPPS," ucapnya.

Meski demikian, Benny menyebut memang ada kesalahan input data. Namun, kesalahan itu langsung diperbaiki dengan koreksi secara berjenjang.

"Kalau ada perbedaan data entri dan salinan C1 di situng maka akan dilakukan koreksi data, sesuai yang tertulis di salinan C1. Situng ini bukan cuma 2019 sebelumnya di pemilu sebelumnya sudah dilakukan," katanya.

Dia memastikan, adanya kesalahan adalah bukan bentuk kesengajaan, melainkan human error. "Itu murni human error," tandasnya.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini