Dosen ISI Solo Gelar Demo di Kampus, Tuntut Tunjangan Kinerja Belum Dibayarkan Sejak 4 Tahun
Aksi tersebut untuk mendukung demontrasi massal seluruh dosen se Indonesia yang menuntut pencairan hak tunjangan kinerja.
Puluhan dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Solo menggelar aksi demontrasi damai di lapangan rektorat kampus setempat, Senin (3/2). Aksi tersebut untuk mendukung demontrasi massal seluruh dosen se Indonesia yang menuntut pencairan hak tunjangan kinerja (tukin) yang belum dibayarkan sejak 2020 hingga Februari 2025.
"ISI Surakarta ikut berpartisipasi untuk ikut menuntu keadilan di negara kita Indonesia ini. Menurut Permendikbud tahun 2020, perubahan kedua dari Permendikbud no 16 tahun 2016 tentang ketentuan teknis pelaksanaan pemberian tunjangan kinerja pegawai di lingkungan Kemendikbud ktu tidak dilaksanakan dengan benar dan adil. Tunjangan Tukin sejak 2020 hingga Februari 2025 tidak dibayarkan. Kita sangat prihatin. Mari kita bersama sama menuntut keadilan I I agar tukin segera dibayarkan," ujar Rektor ISI Surakarta, I Nyoman Sukerna saat berorasi.
Desak Tunjangan Kerja Segera Dibayarkan
Dalam aksi tersebut, para peserta juga membacakan pernyataan sikap. Di antaranya mendukung pernvataan sikap dan aksi yang dilakukan oleh Aliansi Dosen ASN KEMDIKTISAINITEK seluruh Indonesia berkaitan dengan tuntutan realisasi pembayaran tunjangan kinerja dosen ASN.
Mereka juga menilai jika pembayaaran tunjangan Kinerja Periode 2020-2024 adalah bentuk pelepasan tanggungjawab negara terhadap terabaikannya hak dosen ASN atas tunjangan kinerja dari tahun 2020-2025.
"Kami mendesak pimpinan lembaga, dalam hal ini Rektor ISI Surakarta, untuk memprioritaskan dan ikut menyuarakan permasalahan ini melalui Forum-forum terkait," teriak Denny Rachman salah satu peserta aksi.
Para dosen juga menghimbau seluruh dosen ISI Surakarta untuk secara aktif menyuarakan dan mengambil tindakan atas ketidakadilan ini secara pertanggungjawab.
"Aksi damai ini merupakan bentuk tanggung jawab moral Dosen ASN di lingkungan ISI," pungkasnya.