Dokter senior di Palembang tepergok sedang aborsi mahasiswi

Kamis, 7 Desember 2017 21:41 Reporter : Irwanto
ilustrasi aborsi. ©shutterstock.com

Merdeka.com - Seorang dokter senior berinisial WG (72) tepergok sedang melakukan aborsi terhadap mahasiswi asal Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, inisial NM (24). Keduanya pun digiring ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Keduanya ditangkap petugas Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel di Praktik Dokter-dokter Spesial Yayasan Dr Muhammad Ali, Simpang Charitas, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan 10 Ilir D-I, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, Rabu (6/12) malam.

Pengungkapan kasus itu berawal adanya indikasi pelaku kerap melakukan aborsi kepada pasiennya. Setelah melakukan penyelidikan beberapa hari, anggota polisi pun mendatangi lokasi kejadian.

Begitu tiba, petugas menjumpai NM berada ruang praktik dr WG. Di ruangan itu juga ditemukan obat-obatan dan peralatan medis yang diduga digunakan melakukan aborsi.

Kepada petugas, NM mengakui kedatangannya ke Palembang untuk aborsi dengan dr WG. Dia pun mencari dokter yang bisa menggugurkan kandungannya.

"Sengaja datang mau aborsi dengan dokter ini (dr WG). Baru saja disuntik polisi datang, nangkap kami," ungkap NM di Mapolda Sumsel, Kamis (7/12).

Sebelumnya, kata dia, dirinya pernah meminum obat penghancur janin. Namun, usahanya gagal sehingga memilih menggunakan jalur medis.

"Obat itu tidak mempan, makanya mau aborsi ke dr WG," kata dia.

Namun, pernyataan NM dibantah dr WG. Dia mengaku hanya membantu pengobatan pasiennya itu agar kembali datang bulan. Pengobatan melalui suntik dilakukan karena tempat praktiknya belum memiliki alat medis lengkap.

"Cuma obati telat datang bulan, sebulan ini malah ada dua pasien yang diobati, bukan dia saja. Saya tidak aborsi," kilahnya.

Sementara itu, Kasubdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Suwandi mengatakan, petugas menemukan gumpalan darah di ruang praktik. Namun, darah tersebut masih dalam proses pemeriksaan di labfor. "Belum tahu darah apa itu, masih kita cek dulu," ujarnya.

Dalam penangkapan, penyidik menyita banyak barang bukti. Di antaranya, surat pendaftaran kontrol berobat, tiga botol besar obat suntik yang sudah terpakai, sebotol kecil obat suntik yang sudah habis dipakai, sebungkus obat suntik yang sudah terbuka, tiga butir pil berwarna putih, serta sebuah tong sampah yang berisi botol obat suntik yang sudah dipakai habis.

"Setelah diinterogasi untuk perempuan mengaku melakukan aborsi. Sementara untuk yang dokter, kami masih periksa," katanya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Aborsi
  2. Ogan Komering Ulu
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.