Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dokter RSUI Bantah Virus Corona Bisa Menular Lewat Tatapan Mata

Dokter RSUI Bantah Virus Corona Bisa Menular Lewat Tatapan Mata Dokter di Wuhan Gelar Pernikahan Hanya 10 Menit karena Virus Corona. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Beredar informasi bahwa penyebaran virus corona bisa melalui tatapan mata. Dokter Spesialis Paru RS Universitas Indonesia, Raden Rara Diah Handayani membantah informasi tersebut.

"Jadi sebenarnya bukan kontak mata. Virus itu masuk kalau bagian mata, kita sebut mukosa, terbuka," katanya di RSUI, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/2).

Diah menjelaskan, virus corona masuk ke dalam tubuh melalui celah yang terbuka. Misalnya area bawah mata atau dikenal dengan mukosa.

"Misalnya begini, di tangan kita ada nih virus corona, kita kucek-kucek mata. Nah mata ada yang terbuka kan, memang dia mukosa yang terbuka," terangnya.

Baru-baru ini, beberapa orang percaya bahwa virus corona juga bisa menyebar lewat tatapan mata. Anggapan ini muncul usai seorang pakar yang mengatakan virus tersebut bisa menginfeksi lewat mata.

Dikutip dari Mirror pada Minggu (2/2), Wang Guangfa, seorang dokter Tiongkok yang pernah membantu mengatasi SARS tahun 2003 menyatakan bahwa dia sempat terinfeksi virus yang menyerang pernapasan ini karena tidak menggunakan kacamata pelindung. Sejak saat itu, berkembang anggapan bahwa hanya dengan tatapan mata, novel coronavirus bisa menyebar.

Korban jiwa akibat wabah virus corona jenis baru terus bertambah di China. Hingga Selasa (4/2), tercatat 425 pasien virus dengan nama 2019-nCoV dilaporkan meninggal dunia. Jumlah itu meningkat 64 orang dari hari sebelumnya, kata Komisi Kesehatan Nasional China.

Tambahan jumlah korban jiwa itu semuanya berasal dari Provinsi Hubei, pusat wabah virus corona. Sebanyak 46 orang meninggal di Ibu Kota Provinsi Hubei, Wuhan. Di seluruh China pada Senin, ada 3.235 orang lagi yang dipastikan terinfeksi sehingga jumlah total pengidap virus corona sejauh ini mencapai 20.438 orang.

Sementara itu, sebanyak 632 pasien yang terjangkit coronavirus baru telah diizinkan pulang dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh, demikian diumumkan otoritas kesehatan China pada Selasa (4/2), seperti dilansir Xinhua. Pada Senin 3 Februari tercatat sebanyak 157 pasien meninggalkan rumah sakit setelah dinyatakan sembuh (101 orang di Hubei), kata Komisi Kesehatan Nasional (National Health Commission/NHC) China dalam laporan hariannya.

Hingga Senin tengah malam, total 425 orang meninggal akibat penyakit ini, sementara 20.438 kasus corona virus baru terkonfirmasi dilaporkan di 31 daerah tingkat provinsi, serta Korps Produksi dan Konstruksi Xinjiang di China.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP