Ditinggal di RSAS, jemaah haji khusus asal RI tak ada yang urus
Merdeka.com - Seorang jemaah haji khusus asal Samarinda, Kalimantan Timur, Marjuking Rabbi Katamba (75) ditinggal begitu saja di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) oleh rekannya. Namun lantaran tidak ada yang mendampingi, akhirnya jemaah tersebut dipindah ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.
Menurut Marjuking, dirinya sempat dirawat di RSAS selama tiga hari. Namun rekan yang mengantarkannya tak juga kunjung kembali. Beruntung keberadaannya diketahui oleh tim medis dari KKHI yang yang sedang melakukan kunjungan pasien Indonesia di rumah sakit tersebut.
"Saya sudah tiga hari dirawat, terus ke sini," kata Marjuking di KKHI Makkah, Rabu (21/9).
Kondisi Marjuking saat ini masih memprihatinkan. Kondisinya lemas, seluruh badannya sudah keriput. Bisa diajak bicara namun kurang jelas.
"Kita temukan di RSAS. Bapak ini di UGD tanpa pendampingan," kata Penanggungjawab Medis KKHI Makkah dar Ika Nurfarida, Rabu (21/9).
Ika mengatakan Marjuking menderita penyakit saluran pernapasan kronis. Di RSAS setelah mendapatkan penanganan, dia diperkenankan untuk dibawa ke KKHI.
"Diizinkan pulang tapi tak ada penanggungjawabnya. Makanya kita bawa ke KKHI," ujarnya.
Ika mengaku pihaknya sudah menghubungi pihak pengelola haji khusus yang memberangkatkan Marjuking, yakni PT Arrehlah Wisata. Namun beberapa nomor telepon yang tertera di kartu identitas Marjuking tidak bisa dihubungi.
"Kita sudah beberapa kali menghubungi tapi tidak bisa," ungkap Ika.
Dia menambahkan kasus seperti ini beberapa kali terjadi selama musim haji tahun ini. Menurutnya, ada 3 kali kasus PIHK yang menerlantarkan jemaahnya. Tapi semuanya akhirnya telah bisa diselesaikan. "Ada tiga laporan ke saya," ujarnya. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya