Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menyerahkan sertifikat tanah untuk warga Jakarta Pusat. Kali ini, Jokowi membagikan 3.000 sertifikat tanah di Lapangan Bola Arcici Cempaka Putih Jakarta Pusat.
"Kenapa ini diberikan dan dipercepat? Karena setiap saya masuk ke kampung desa, yang masuk ke telinga saya sengketa lahan, rumah, enggak hanya di Jakarta. Problem sengketa tanah di mana-mana," kata Jokowi di Lapangan Bola Arcici Jakarta Pusat, Sabtu (26/1).
Jokowi meminta pada masyarakat yang sudah memegang sertifikat agar menyimpannya baik-baik agar tak hilang atau rusak. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga membebaskan warga apabila sertifikat akan dijadikan agunan ke bank untuk menjadi modal usaha dan lainnya.
Namun, dia berpesan agar uang yang akan dipinjam dihitung secara cermat untuk cicilannya.
"Saya titip sertifikat ini disimpan baik. Segera dilaminating, di foto kopi. Disimpan di lemari jangan sampai rusak atau hilang," ucap Jokowi.
Jokowi turut didampingi oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jakarta Anies Baswedan serta Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.
Anies mengatakan pemberian 3.000 sertifikat tanah ini dilakukan untuk memberikan kepastian hukum kepada warga Jakarta atas tanah miliknya. Sertifikat tanah ini juga untuk menghindari adanya sengketa.
"Alhamdulilah siang ini kami warga Jakarta mengucapkan selamat datang kembali kepada Pak Presiden di Jakarta Pusat. Siang ini kami bersama 3.000 warga Jakarta Pusat dari 30 ribu warga yang dapat sertifikat dari program PTSL," ucap Anies saat memberikan sambutan.
Anies juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Dia berharap sertifikat ini bisa bermanfaat bagi warga.
"Semoga ini jadi manfaat, membawa berkah bagi kita semua," sambungnya.
Reporter: Lizsa Egeham
Sumber : Liputan6.com