Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ditanya soal SPDP kasus e-KTP, Setya Novanto buru-buru menghindar

Ditanya soal SPDP kasus e-KTP, Setya Novanto buru-buru menghindar Golkar usung Ridwan Kamil jadi kandidat Gubernur Jabar. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto lagi-lagi menghindar dari awak media. Kejadian itu terjadi usia Setnov menyerahkan surat rekomendasi Ridwan Kamil-Daniel Mutaqien sebagai bakal calon Gubernur dan wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat.

Awalnya, awak media menunggu Setnov untuk menanyakan sejumlah masalah, mulai dari beredarnya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) oleh KPK atas kasus e-KTP, hingga usulan Wapres JK agar dokter RS Premier Jatinegara mengungkap rekam medis Setnov selama menjalani perawatan.

Setelah sesi foto bersama Ridwan Kamil, Daniel dan jajaran petinggi Golkar, Setnov hendak turun dari panggung. Di bawah panggung, awak media telah menunggu. Namun, Setnov mengabaikan 'hujan' pertanyaan dari awak media.

Dengan pengawalan ketat dari anggota Angkatan Muda Partai Golkar, Setnov langsung keluar lewat pintu sebelah barat aula Kantor DPP Partai Golkar. Anggota-anggota AMPG menghalangi awak media yang ingin mengejar Setnov.

Seorang anggota AMPG mengecoh wartawan dengan menyebut Setnov ingin ke toilet. Aksi kejar-kejaran antara Setnov dan awak media terjadi. Setelah dikejar, Setnov keluar melalui pintu lain dengan berjalan cepat dan dipayungi oleh anggota AMPG menuju kendaraannya.

Awak media mengejar hingga mobil Setnov. Ketua DPR itu kembali bungkam dan hanya melambaikan tangannya ke awak media. Hingga akhirnya mobil meninggalkan Kantor DPP Partai Golkar.

Saat dikonfirmasi, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham berdalih Setnov tidak menghindar dari awak media. Idrus mengklaim, dirinya telah ditunjuk untuk melayani pertanyaan awak media pada sesi wawancara. "Bukan, mmang itu press confrence itu diserahkan kepada juru bicara. Juru bicara berdasarkan rapat pleno diserahkan kepada Idrus Marham Sekjem Golkar," ujarnya. (mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP