Disuruh Pulang Orangtua, Mahasiswa Ini Minta Dikawal Polisi ke Stasiun Palmerah
Merdeka.com - Sebagian mahasiswa sudah mulai membubarkan diri usai melakukan aksi di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat. Mereka yang membubarkan diri datang dari arah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ke arah Stasiun Palmerah.
Pantauan merdeka.com, mereka membubarkan diri usai melakukan negosiasi dengan aparat kepolisian yang berjaga di belakang Gedung DPR/MPR RI. Tak sedikit juga mereka yang memilih untuk pulang ke rumah.
Berbondong-bondong, baik mahasiswa dan mahasiswi langsung menuju ke arah stasiun Palmerah dan ke belakang pintu DPR/MPR yang sebelumnya telah dirusak.
"Kawal kita aja Pak sampai Palmerah, ini orangtua saya telepon ini. Ini orangtua saya video call," teriak salah seorang mahasiswa sambil menunjukkan handphonenya ke arah petugas, Jakarta Pusat, Selasa (24/9).
Selain sebagian mahasiswa yang membubarkan diri. Polisi yang semula berjaga di arah Stasiun Palmerah, kini juga sudah mulai menarik diri masuk ke dalam Gedung DPR/MPR RI.
Bukan hanya itu saja, kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang semula belum bisa lewat ke arah Stasiun Palmerah, kini sudah bisa dilalui oleh masyarakat. Khususnya mereka yang bekerja di DPR/MPR RI.
Namun, untuk mereka yang ingin pulang mengarah ke SUGBK belum bisa dilalui oleh masyarakat. Karena masih banyaknya massa yang masih bertahan.
Hingga kini, kondisi di belakang Gedung DPR/MPR RI sudah mulai kondusif. Karena sebelumnya sempat terjadi bentrokan antara mahasiswa dengan aparat kepolisian.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya