Disnak Denpasar sisir peternak babi usai warga terinfeksi virus MTS

Senin, 13 Maret 2017 17:53 Reporter : Gede Nadi Jaya
Disnak Denpasar sisir peternak babi usai warga terinfeksi virus MTS Dinas peternakan Denpasar sisir peternak babi. ©2017 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Merebaknya bakteri Meningitis Streptococcus Suis (MSS) di beberapa daerah Bali membuat masyarakat cukup khawatir. Terlebih ada dua kasus yang terinfeksi virus ini di wilayah Kabupaten Badung.

Mengantisipasi bakteri tersebut, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian Kota Denpasar mengambil langkah cepat dengan melakukan tindakan disinfeksi. Sejumlah peternak babi atau yang memelihara babi di sisir untuk dilakukan penyemprotan disinfektan di beberapa kandang babi di wilayah Denpasar, Senin (13/3).

"Masyarakat jangan khawatir mengonsumsi daging babi, yang terpenting selalu memperhatikan cara pengolahan daging babi sebelum mengonsumsi. Harus benar-benar matang," ujar Kepala Dinas Pertanian, I Gede Ambara Putra, ditemui usai penyemprotan kandang Babi di wilayah TPA Suwung, kemarin.

Ambara Putra menegaskan upaya penyemprotan akan terus dilaksanakan pada sentra ternak babi. "Setidaknya di wilayah Denpasar, harapan dapat melakukan antisipasi penyebaran virus ini (Meningitis Streptococcus Suis)," harapnya.

Dirinya mengingatkan kepada masyarakat khususnya peternak babi untuk tidak panik dan segera melaporkan ke Dinas Pertanian Kota Denpasar apabila ternak babinya sakit dan mengalami hal kejang.

"Kepada para peternak babi di wilayah Denpasar, apabila ternak babinya sakit harap segera melapor dan kami akan segera menindaklanjutinya," kata Ambara.

Menurut Ambara selain melakukan upaya disinfeksi dengan disinfektan di beberapa kandang babi di wilayah Denpasar, pihaknya juga lebih mengintensifkan pemeriksaan antemortem dan postmortem di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) serta melakukan pemeriksaan di pasar-pasar terkait dengan peredaran kesehatan daging.

Pemeriksanaan Antemortem dilakukan oleh dokter hewan atau pemeriksa daging dibawah pengawasan petugas berwenang.

Menurut dia, pemeriksaan ini dilakukan di bawah penerangan yang cukup. Hal ini untuk mengenali perubahan warna mata dengan pemeriksanaan secara umum juga dilakukan terkait kondisi hewan, gerakan hewan, cara berjalan, kulit dan bulu, mata, telinga, hidung, mulut, alat kelamin, anus, kaki, kuku serta cara bernafas.

"Hewan yang diduga sakit dipisahkan untuk pemeriksanaan lebih lanjut," ujarnya.

Untuk pemeriksaan postmortem, Lanjut Ambra harus diperiksa kesehatan babi sebelum dipotong. Pemeriksaan dilakukan pada saat hewan tiba di tempat pemotongan.

"Bakteri Meningitis Streptococcus Suis merupakan bakteri yang mudah mati, apabila cara memasak daging babi diatas suhu 70 sampai 100 derajat celcius," ujarnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Daging Babi
  2. Virus
  3. Denpasar
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini