Diperiksa polisi, Fahri ungkap kronologi akhirnya laporkan Presiden PKS

Diperiksa polisi, Fahri ungkap kronologi akhirnya laporkan Presiden PKS. Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah memenuhi panggilan penyidik Cyber Crime Polda Metro Jaya, Rabu (21/3). Pemanggilan Fahri itu untuk melengkapi pemeriksaan dirinya sebagai saksi atas laporannya terhadap Presiden PKS Sohibul Iman.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Diperiksa polisi, Fahri ungkap kronologi akhirnya laporkan Presiden PKS
Fahri Hamzah. ©2018 Merdeka.com/Ronald

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah memenuhi panggilan penyidik Cyber Crime Polda Metro Jaya, Rabu (21/3). Pemanggilan Fahri itu untuk melengkapi pemeriksaan dirinya sebagai saksi atas laporannya terhadap Presiden PKS Sohibul Iman.

Kedatangan Fahri luput dari pantauan awak media. Dalam panggilan ini, Fahri mengaku dicecar enam pertanyaan oleh penyidik.

"Ini hanya klarifikasi, tadi enam apa tujuh pertanyaan," ujarnya usai diperiksanya di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Rabu (21/3).

Fahri menjelaskan, pemeriksaan ini hanyalah menjelaskan kronologi atas laporannya. Yang mana Fahri mengaku saat itu terjadi pada Kamis 1 Maret 2018 lalu.

"Saya Alhamdulillah bisa menceritakan sequence dari peristiwanya, karena kebetulan setelah wawancara yang dilakukan oleh bapak MSI (M Sohibul Iman) itu tanggal 1, maka tanggal 2 dini hari, jam 1 malam saya sudah meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan dalam Twitter saya, tentunya karena ini komunikasi antara sosial media dan sosial media. Online dan online," ujarnya.

Lalu, kata Fahri, tanggal 2 Maret itu dirinya meminta klarifikasi dari Presiden PKS Sohibul Iman yang menyebut dirinya sebagai pembohong dan pembangkang.

"Saya sudah meminta klarifikasi apakah betul yang bersangkutan menuduh saya berbohong dan berdusta," tegasnya.

Lalu, lanjut Fahri, dirinya memberikan waktu selama 24 kepada terlapor yakni Sohibul Iman. Namun, waktu itu menurut Fahri, tidak dimanfaatkan oleh Sohibul Iman.

"Saya memberikan waktu kembali sampai hari Senin, saya mohon demi kebaikan bersama, demi kebaikan partai, saya bilang, saudara saya kasih waktu sampai Senin karena itu artinya hari Sabtu dini hari, Minggu, Senin tidak ada klarifikasi maka saya mulai mengundang tim hukum saya uuntuk mendiskukan hal ini," bebernya.

"Dengan beberapa tim saya lalu kita mendiskusikan maka tanggal 8 pagi-pagi saya twit, kalau nggak salah sebelum Subuh saya twit, dengan perasaan berdebar, saya pagi ini akan melakukan sesuatu, saya tidak akan kebayang melakukannya yaitu melaporkan saudara MSI. Itu sequence nya," pungkasnya.

Rekomendasi