Dinkes Jateng Targetkan 1.200 Rapid Test di 35 Kabupaten Kota
Merdeka.com - Dinas Kesehatan Jawa Tengah menargetkan menggelar 1.200 rapid test secara masif untuk mendeteksi orang yang reaktif tertular Covid-19 di 35 kabupaten kota.
"Target kita tes PCR Swab dengan kabupaten kota yang masih tinggi penularannya. Sasaran yang dituju tempat kerumunan seperti pasar, dan mal. Kalau perlu kita ke komunitas, pabrik yang kita curigai potensi penularan tinggi," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, Rabu (10/6).
Dia menyebut Jateng masih minim menggelar tes swab, sebab sampai saat ini baru menggelar 29.000 swab. Sedangkan 8 laboratorium di Jateng yang mampu melakukan pemeriksaan tes swab dengan total kemampuan 1.300 sample per hari.
"Setiap harinya labfor kita itu memeriksa 900-1.000 tes per hari. Targetnya 1.300 per hari. Jadi kita yakin bisa mengerjakan uji sampel swab mencapai 120 ribu hingga Juli nanti," ujarnya.
Pelaksanaan rapid tes secara masif, nantinya di lokasi yang punya potensi penularan tinggi untuk melacak orang yang reaktif tertular Covid-19.
"Jika reaktif langsung diminta untuk swab, sedangkan PDP sudah pasti dirawat di rumah sakit. Karena secara klinis sudah punya gejala pneumonia, insfeksi saluran pernapasan dengan penyakit penyerta lainnya," katanya.
Sedangkan pelaksanaan tes swab digelar jika ditemukan pasien PDP yang melakukan kontak erat maupun kontak dekat dengan keluarga maupun orang sekitarnya.
"Jadi ODP PDP sedikit pelaksanaan tes tidak banyak. Sebab kita pola tersistematis dan terstruktur. Kita pakai pola siapa yang PDP diswab, siapa yang kontak erat sama PDP juga akan dites swab," jelasnya.
Agar dapat memutus mata rantai Covid-19, pihaknya optimistis mampu mencapai target menggelar 30.800 rapid test di tiap kabupaten dan kota.
"Kita inginnya bisa targetkan tes rapid test di kabupaten dan kota sebanyak 30.800 orang. Persediaan VTM dan reagen PCR sudah cukup dan telah didistribusikan," ungkap Yulianto Prabowo.
Hingga kini jumlah kasus positif Covid-19 di Jateng telah mencapai 1.847 orang. Dari jumlah sebanyak itu, 753 pasien masih dirawat, 960 orang dinyatakan sembuh, dan 134 orang meninggal dunia.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya