Dinkes Jabar duga ada kandungan metanol dalam miras oplosan maut
Merdeka.com - Polisi masih melakukan pemeriksaan kandungan minuman keras (miras) yang mengakibatkan puluhan jiwa meninggal di Cicalengka, Kabupaten Bandung. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar menduga ada kandungan metanol dalam minuman tersebut.
Dugaan tersebut berdasarkan tanda keluhan pasien yang datang ke rumah sakit, seperti mual, muntah dan hilangnya pandangan.
Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Jawa Barat, Ismirni mengatakan ada empat fase yang menyerupai dengan keracunan metanol. Efek toksik metanol di fase pertama adalah penekanan sistem saraf pusat dapat terjadi pada 30 menit sampai 2 jam. Intoksikasi dapat terjadi dalam durasi lebih pendek daripada intoksikasi dari etanol.
Fase kedua adalah fase laten tanpa gejala, mengikuti depresi sistem saraf pusat. Dalam 48 jam setelah diminum, pasien mungkin belum menunjukkan tanda-tanda keracunan walaupun gejalanya berbeda secara individual.
Fase ketiga terjadi asidosis metabolik berat. Pada fase ini methanol telah dimetabolisir menjadi asam format dan menyebabkan metabolik asidosis (meningkatnya keasaman darah yang dapat menyebabkan mual, muntah, pusing dan mungkin ada gangguan penglihatan).
Fase keempat toksisitas pada mata diikuti dengan kebutaan, dan mungkin kematian. Fase ini ditandai gangguan visual umumnya terjadi pada 12 sampai 48 jam setelah minum dan jaraknya bervariasi dari mulai tidak tahan cahaya (fotophobia) kabur atau berkabut bahkan kebutaan.
"Fase itu berbeda antara individu dengan individu lain," katanya saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Rabu (11/4).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dodo Suhendar mengatakan, jika benar ada kandungan metanol dalam miras tersebut, maka hal itu sangat membahayakan.
"Metanol ini zat yang bisa digunakan sebagai bahan bakar, seperti spirtus. Kalau dikonsumsi akan merusak organ vital," terangnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya