Dihadiahi timah panas, tiga tahanan Polsek Denpasar Barat kabur kembali diringkus
Merdeka.com - Tim gabungan Polresta Denpasar dan Polda Bali menangkap meringkus tiga dari lima tahanan Polsek Denpasar Barat (Denbar) yang kabur pada Senin (4/6) lalu. Tiga tahanan kabur diringkus yakni M. Alfan, M Rifa'i, dan Wilson Kennedi.
Pada Selasa (5/6) lalu, tim gabungan juga telah menangkap dua tahanan yang kabur. Mereka adalah M. Akbar dan M. Zubair.
Tertangkapnya ketiga tahanan tersebut, berawal dari penangkapan M. Zubair yang ditangkap di Terminal Purabaya, Surabaya, Jawa Timur, yang hendak melarikan diri ke Jakarta. Diamankannya M. Zubair yang menjadi koordinator pelarian para tahanan tersebut, polisi kemudian mendapat informasi ketiga tahanan tersebut.
Selanjutnya polisi berhasil meringkus ketiga tawanan tersebut di tempat yang berbeda-beda. Tahanan pertama yang tertangkap adalah M. Rifai yang diringkus di daerah Bandung, Jawa Barat, pada Senin (11/4) dini hari.
Kemudian, berlanjut tertangkapnya Wilson Kennedy di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jumat (15/6) malam. Terakhir yakni M. Alfah yang diamankan di Samarinda Kalimantan Timur, pada Sabtu (16/6) subuh.
Kapolresta Denpasar, Kombes Hadi Purnomo mengatakan, M. Rifai ditangkap di rumah istrinya daerah Bandung, Jawa Barat. Tim gabungan mendapat informasi tentang keberadaan M. Alfan dan Wilson Kennedy.
"Selah kita mendapatkan M. Rifai, kemudian kita mendapatkan informasi darinya. Bahwa, M. Alfan dan Wilson Kennedy melarikan diri ke Balikpapan," kata Hadi, Rabu (20/6).
Pelarian M. Rifai naik bus menuju Pelabuhan Glimanuk, Bali, kemudian sampai di Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur. Dan M. Rifai kembali naik bus jurusan Surabaya, Jawa Timur, kemudian langsung menuju Bandung.
Sementara, M. Alfan dan Wilson Kennedy melarikan diri menunju Jalan Bungtomo Denpasar. Kemudian, bersembunyi di truk yang menunju Banyuwangi, Jawa Timur. Setelah sampai, kedua tahanan tersebut menumpang truk bangunan pasir ke pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.
"Dari pengakuan mereka menumpang ke supir truk dan dan sampai di Tanjung Perak, mereka diberi uang oleh sopir truk Rp 50 ribu. Karena menunggu kapal yang akan ke Balikpapan mereka sempat menjadi gelandangan, karena tak ada kapal yang menuju ke Balikpapan, mereka akhirnya mendapat kapal ke Banjarmasin," ujar dia.
Setelah sampai di Banjarmasin, kedua tahanan tersebut kemudian menumpang pada mobil pikap menuju Balikpapan. Saat ke Balikpapan M. Alfan yang berpisah dengan Wilson Kennedy, kemudian berkunjung ke rumah saudaranya di Samarinda lalu ditangkap oleh polisi.
"Saat di Samarinda, dia (M. Alfan) sempat ke rumah saudaranya dan kita tangkap. Untuk Wilson Kennedy ditangkap di Balikpapan," jelas Kapolresta.
Selain itu dari lima tahanan yang kabur, empat di antaranya M. Rifai, M. Zubair, M. Alfan dan Wilson Kennedy, diberikan timah panas oleh polisi, karena ingin kabur saat polisi meminta menunjukan tempat-tempat saat mereka kabur.
"Pada saat melakukan pengejaran, memang tidak ada perlawanan tetapi pada saat kita meminta menunjukkan tempat-tempat melarikan diri. Mereka sempat melakukan perlawanan, ada 4 orang yang kita berikan timah panas," tandasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya