Diduga Tersambar Petir, Nelayan Buton Utara Hilang saat Melaut

Minggu, 14 Maret 2021 02:01 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Diduga Tersambar Petir, Nelayan Buton Utara Hilang saat Melaut Perbaikan kapal nelayan di Muara Angke. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Seorang nelayan Desa Lamoahi Kabupaten Buton Utara Provinsi Sulawesi Tenggara, Laode Basri (38) diduga menjadi korban petir saat melaut menggunakan perahu di perairan setempat.

Humas Basarnas Kendari Wahyudi di Kendari, mengatakan, tim SAR dibantu warga mencari korban yang dilaporkan hilang sejak Jumat (12/3) sekitar pukul 17.00 Wita.

"Mudah-mudahan korban ditemukan dalam keadaan selamat. Tim Basarnas menyisir lokasi kecelakaan," kata Wahyudi, dikutip dari Antara.

Pada Sabtu (13/3) sekitar pukul 13.30 Wita, Comm Centre Basarnas Kendari menerima informasi dari Uci Kabid Kedaruratan BPBD Buton Utara. Dia melaporkan, pada Jumat 12 Maret sekitar pukul 17.00 Wita telah terjadi kecelakaan kapal.

Satu orang nelayan hilang di perairan Desa Lamoahi Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. Jarak lokasi kecelakaan pos SAR Wakatobi sekitar 56,64 NM.

Cuaca saat kejadian hujan dan berdasarkan kesaksian dari seorang pemancing yang juga berada di sekitar perairan tersebut menyaksikan dari kejauhan korban tersambar petir dan terjatuh dari longboat.

Berdasarkan laporan tersebut, pada pukul 13.50 Wita tim Rescue pos SAR Wakatobi diberangkatkan menuju lokasi kecelakaan dengan menggunakan RIB untuk memberikan bantuan SAR.

Cuaca cerah dengan tinggi gelombang 0,5 - 1,25 meter, arah angin barat daya - barat laut dan kecepatan angin 2 - 15 knot.

Pada Jumat 12 Maret 2021 pukul 09.00 Wita korban berangkat melaut dari Desa Lamoahi untuk memancing dengan menggunakan longboat di sekitar perairan Lamoahi Buton Utara. [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Nelayan
  3. Tersambar Petir
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini