Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diduga Tawuran, 42 Pelajar di Salatiga Diamankan

Diduga Tawuran, 42 Pelajar di Salatiga Diamankan 42 Pelajar Diduga Tawuran Diamankan di Salatiga. ©2019 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - 42 pelajar dari berbagai sekolah diamankan Polsek Sidomukti terindikasi melakukan tawuran, Rabu (27/11). Saat diamankan, seluruh siswa kedapatan membawa batu saat berada di Jalan Lingkar Salatiga (JLS).

Menurut salah seorang siswa SMK Dr. Tjipto Ambarawa, Juliantono, mereka berkumpul usai merayakan ulang tahun sekolah lantas naik truk di jalan.

"Tujuan ke Tingkir. Tapi saat sampai di jalan lingkar, truk yang kami tumpangi macet. Teman-teman lalu turun," terangnya, Rabu (27/11).

Saat turun, lanjutnya, ada beberapa siswa dari sekolah lain yang mendatangi rombongan dari sekolah lain. Kemudian terjadi aksi saling kejar.

"Setelah itu, kami ke kebun-kebun warga dan mengumpulkan batu untuk mengantisipasi serangan balasan," ujarnya.

Namun, saat berada di kebun-kebun, mereka dikepung warga dan polisi yang melakukan patroli di Jalan Lingkar Salatiga.

Sementara itu, Kapolsek Sidomukti Kompol Edy Suharyanta mengatakan, para siswa ini diamankan diduga hendak melakukan tawuran di Jalan Lingkar Selatan Salatiga.

"Ini masih di Polsek kami kumpulkan untuk lakukan pembinaan. Siswa ini memang mau lakukan tawuran, sebagian mengajak dari alumni sekolahnya masing-masing, dan bahkan ada siswa dari kabupaten Semarang," jelasnya, Rabu (17/11).

Dia mengungkapkan sempat berlari berhamburan saat petugas melakukan pengepungan. Beberapa siswa saking takutnya terjatuh. "Seorang di antaranya terluka di bagian kaki karena terkena batu saat jatuh di tanah yang curam," ungkapnya.

Dari hasil razia, puluhan siswa dari luar sekolah Kabupaten Semarang juga hadir. "Kan dari interograsi diketahui, bahwa antar sekolah ini ada sejarah gesekan, sehingga kami melakukan pembinaan di Mapolsek Sidomukti," ujarnya.

Para pelajar yang tertangkap, selanjutnya dikumpulkan di Mapolsek Sidomukti untuk mendapatkan pembinaan. Mereka juga diharuskan membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. "Setelah dijemput orangtua atau guru, para siswa diperbolehkan pulang," tutup Edy.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP