Diduga Dibunuh, Nenek 75 Tahun di Rote Ndao Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Rabu, 21 Juli 2021 05:26 Reporter : Ananias Petrus
Diduga Dibunuh, Nenek 75 Tahun di Rote Ndao Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Ilustrasi garis polisi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus pembunuhan secara sadis terjadi di Dusun Lasilai, Desa Holulai, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (20/7). Juliana Abe (75), yang merupakan seorang janda ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya.

Korban pertama kali ditemukan oleh cucunya bernama Melsi Sa'u (9), siswa kelas III sekolah dasar. Belum diketahui pelaku yang tega menghabisi korban, maupun motif dari kasus ini.

Diduga kuat korban dibunuh pada Senin (19/7) tengah malam. Informasi yang dihimpun, sebelumnya pada Senin (19/7) malam, korban dan cucunya Melsi Sa'u baru pulang dari rumah Deni Dengak.

Saat itu korban bersama cucunya, serta Nita Loak, Be Loak serta Jhon Sely dan Ot Bolla masih bermain kartu remi. Karena sudah agak malam, korban dan Melsi Sa'u pulang berjalan kaki dengan mengikuti jalan raya ke rumah korban yang berjarak sekitar 100 meter.

Ketika tiba di rumah, Melsi Sa'u langsung tidur di atas bangku yang berada di bagian selatan dalam rumah. Sedangkan korban masih menumpuk-numpuk sirih pinang di atas bangku bagian utara.

Sesudah itu, korban masih makan sirih pinangnya, dan menutup pintu depan serta mematikan listrik dalam rumah, lalu tidur.

Tengah malam, Melsi Sa'u terbangun dari tidurnya karena ada bunyi dobrakan pintu depan rumah. Melsia masih mendengar korban berteriak satu kali. Namun karena takut maka Melsi pun terus tidur sampai pagi hari.

Selasa (20/7) pagi sekitar pukul 05.30 wita, Melsi Sa'u pun bangun dari tidur. Ia kaget melihat neneknya sudah tertidur terlentang diatas tanah.

Melsi Sa'u lari ke rumah Melki Rondo dan menyampaikan ke Yeyen Sa'u, Uli Bolla (anak dari Otniel Bolla) serta Hana Sa'u- Talla bahwa neneknya (korban) tidur di tanah dengan tubuh penuh dengan darah.

Ketua RT, Ariance Sa'u menelepon Melsi Sa'u dan mendapat informasi kalau korban tidur ditanah dengan tubuh penuh darah.

Kepala desa dan kepala Dusun Tasilai Delfia Solo pun bersama-sama ke tempat kejadian perkara dan melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolsek Rote Barat Laut.

Anggota Polsek Rote Barat Laut dan tim identifikasi Polres Rote Ndao, langsung ke lokasi kejadian dipimpin Kasat Reskrim Polres Rote Ndao, Iptu Y. Jems Mbau dan Kapolsek Rote Barat Laut, Ipda Frit Matly.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Baa dengan mengunakan Mobil Ambulance Puskesmas Oelaba, guna dilakukan Visum Et Repertum luar.

"Motif pembunuhan belum dapat kita simpulkan dan anggota sedang melakukan pengumpulan keterangan di sekitar lokasi kejadian," ujar Kasat Reskrim Polres Rote Ndao, Iptu Jems Mbau, saat Selasa (20/7).

Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan beberapa barang bukti. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pembunuhan
  3. Rote Ndao
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini