Diduga Dianiaya, Lansia Idap Gangguan Jiwa di Garut Meninggal dengan Banyak Luka

Kamis, 6 Februari 2020 03:04 Reporter : Mochammad Iqbal
Diduga Dianiaya, Lansia Idap Gangguan Jiwa di Garut Meninggal dengan Banyak Luka Ilustrasi garis polisi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - AS (60) seorang pasien gangguan jiwa yang tengah menjalani pengobatan di salah satu yayasan di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut meninggal dunia pada Rabu (5/2) di RSUD dr Slamet Garut. Ia diduga menjadi korban penganiayaan.

Komandan Koramil Banyuresmi, Kodim 0611 Garut, Kapten Inf Saripin, menceritakan awalnya ia menerima informasi ada warga yang menjadi korban penganiayaan dan meninggal di RSUD dr Slamet Garut. "Kita mendapat informasi bahwa yang meninggal itu adalah pasien gangguan jiwa di tempat pengobatan yang ada di wilayah Banyuresmi," ujarnya.

Pihaknya langsung melakukan pendalaman informasi tersebut dan diketahui bahwa Aep meninggal di ruang IGD RSUD dr Slamet Garut. AS sendiri diketahui datang ke RSUD dr Slamet Garut dengan diantarkan oleh salah seorang warga dalam kondisi luka akibat benda tajam.

"Korban atas nama Aep ini diketahui memang sedang dalam masa pengobatan karena mengalami gangguan jiwa dan sehari-harinya di tempat pengobatan diperbantukan untuk mengurus hewan ternak seperti domba, burung, dan puyuh di tempat ia diobati. Di tempat Aep diobati ini diketahui terdapat lima orang yang tengah mendapatkan perawatan serupa," katanya.

Berdasarkan keterangan saksi yang mengantar ke RSUD dr Slamet Garut, lanjut Saripin, sekitar pukul 02.00, AS menggedor pintu rumahnya dan meminta tolong. Melihat kondisi AS, langsung dibopong dan dibawa ke Puskesmas Bagendit. Namun karena kondisi lukanya yang sangat parah dirujuk ke RSUD dr Slamet Garut.

AS meninggal dunia oleh pihak RSUS dr Slamet Garut sekitar pukul 05.00. "Sebelum digedor ini saksi tidak mendengar suara keributan walau jaraknya dari tempat sekitar 50 meter saja. Aep ini mengalami luka sayatan benda tajam di beberapa bagian tubuhnya. Kedua matanya memar, di lengan kanan juga ada luka, tangan kirinya bengkok," ungkapnya.

Saripin menambahkan, saat mengecek lokasi yang diduga tempat menganiaya Aep, memang ditemukan bercak darah di sekitar kandang domba. "Saai ini kasus ini sedang ditangani oleh pihak Kepolisian Sektor Banyuresmi dan Polres Garut," tutupnya. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Penganiayaan
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini