Di mata sahabat, Hasmi berjiwa sosial tinggi dan sederhana
Merdeka.com - Indonesia kehilangan salah satu orang terbaiknya di dunia komik, Harya Suraminata atau biasa disapa Hasmi, pencipta komik pahlawan fiksi Gundala Putra Petir. Di mata sahabat dan seniman, Hasmi dikenal sebagai pribadi sederhana dan berjiwa sosial tinggi. Sebagai komikus yang sudah punya nama, Hasmi tak sungkan berbagi keahliannya menggambar dan seni peran kepada generasi muda.
Menurut salah seorang tokoh seni di Yogyakarta, Butet Kartaredjasa, Hasmi memiliki jiwa sosial yang tinggi. Hasmi juga orang yang sederhana dan sangat disiplin.
"Dia tidak pernah mempedulikan nama besar, selalu membagi keahliannya di bidang menggambar baik komik maupun seni peran," ujar Butet saat ditemui merdeka.com di rumah duka, Senin (07/11).
Bagi Butet, komik Gundala Putra Petir merupakan suatu puncak pencapaian Hasmi yang sudah selesai. Sepengetahuan Butet, nantinya ada PT bumi langit yang akan mengembangkan aset warisan Gundala.
"Kita yang menerima warisan dari puncak pencapaian itu. Sudah ada yang menolong setahu saya ada PT Bumi Langit, entah mau dikomikkan, atau dianimasikan tentu sangat berperan bagi mas Hasmi di hari-hari terakhirnya," ungkap Butet.
Sebelum mengembuskan napas, menurutnya, Hasmi memiliki cita-cita ingin melihat komik karyanya, Gundala Putra Petir difilmkan.
"Hasmi cuma kepengen Gundala difilmkan lagi. Pengen lihat hasilnya," pungkasnya.
Selain Butet, beberapa seniman pun nampak terlihat melayat di rumah duka, antara lain Landung Simatupang, Djaduk Ferianto dan seniman-seniman Yogyakarta.
Usai didoakan, jenazah Harya Suraminata dibawa menuju ke peristirahatan terakhir di pemakaman seniman, Imogiri, Bantul.
Hasmi meninggal dunia pada Minggu (06/11) sekitar pukul 12.30 WIB. Hasmi meninggal di usianya yang ke-71 tahun. Hasmi sempat menjalani operasi usus dan dirawat selama 10 hari di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya