Di hadapan ribuan mahasiswa, Kapolri sebut Indonesia berpotensi pecah
Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut Indonesia berpotensi terpecah belah seperti Uni Soviet. Hal yang menakutkan itu bisa terjadi jika tidak diantisipasi sejak dini.
"Apakah negara ini ada potensi bakal pecah, jawabannya punya potensi pecah," ungkap Tito di hadapan ribuan mahasiswa saat menjadi pembicara Kongres ke-4 BEM/DEMA PETAI se-Indonesia di kampus Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Rabu (11/10).
Perpecahan disebabkan dua faktor yakni internal dan eksternal. Dari sisi internal, kesenjangan ekonomi menyebabkan konflik dan kecemburuan sosial sehingga dapat menyebabkan perpecahan. Kondisi ini diperparah jika terjadinya ketidakmerataan pembangunan.
"Negara yang masih banyak low class (kelas bawah), berpotensi memecahkan bangsa. Suka tidak suka, ini yang terjadi, 72 tahun low class masih besar," ujarnya.
Sedangkan dari faktor eksternal, politik internasional sangat mempengaruhi kondisi bangsa. Apalagi kiblat dunia saat ini mengarah ke peradaban barat.
"Saat ini di dalam dunia internasional, terjadi fenomena neo demokrasi dan liberalisasi. Itu bisa memecah bangsa," jelasnya.
Agar perpecahan tidak terjadi, diperlukan antisipasi berupa penguatan generasi muda. Peran mahasiswa dan pemuda menjadi benteng pergerakan Indonesia ke depan.
"Kita berharap peran pemuda bangkit lagi menjaga stabilitas politik, jangan sampai terjadi konflik besar," kata dia.
Tito meyakini, Indonesia bisa menjadi negara terkuat keempat di dunia dalam bidang militer dan ekonomi. Sebab, Indonesia memiliki prasyarat yang cukup, seperti sumber daya alam, angkatan kerja (usia produktif) yang besar dan luas teritorial yang mampu menampung produksi tersebut.
"Tidak banyak negara yang lengkap persyaratan ini. Berdasarkan penelitian, Indonesia bakal kuat tahun 2045," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya