Di depan Pemuda Muhammadiyah, Jokowi bicara etika menggunakan medsos
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menutup acara Tanwir I Pemuda Muhammadiyah di Hotel Narita, Jl KH Hasyim Ashari, Tangerang, Rabu (30/11). Dalam kesempatan ini, Jokowi kembali mengingatkan bahwa keberagaman adalah anugerah Allah sehingga penting untuk dijaga.
"Kemajemukan kita anugerah Allah yang patut disyukuri. Itulah kekuatan yang bisa kita tunjukkan ke negara lain meski beda tetap satu," kata Jokowi dalam sambutannya.
Jokowi mengatakan, Indonesia sebetulnya tumbuh dan berkembang beriringan dengan keberagaman. Jokowi mengajak Pemuda Muhammadiyah menengok keragaman suku, bahasa, budaya hingga perbedaan infrastruktur setiap daerah di Tanah Air.
"Ada 700 suku dan lebih dari 1.100 bahasa lokal berbeda-beda, macam-macam, beragam," ujar dia.
Keragaman yang paling sederhana disampaikan Jokowi yakni salam masing-masing daerah. Misalnya, salam masyarakat yang berdomisili di Kepulauan Nias. Masyarakat Nias mengucapkan 'Ya'ahowu' ketika berjumpa dengan orang lain.
"Di Nias 'Ya'ahowu'. Masuk ke sebelah tengah beda lagi 'majua jua'. Ke timur lagi 'jua jua'. Begitu masuk ke Sumatera Utara 'horas'. Saya pikir di Sumatera Utara hanya horas. Ini hanya di satu provinsi. Kita punya 516 kabupaten kota. Inilah yang harus kita rawat dan kita jaga," kata Jokowi.
Tak hanya soal keberagaman, Jokowi juga menyinggung soal penggunaan media sosial yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Dikatakan Jokowi, satu bulan terakhir, media sosial lebih dominan digunakan untuk saling menghujat dan menghina.
"Saya juga titip ini masalah etika sopan santun, akhlak kita berbicara medsos. Coba kita lihat dalam sebulan belakangan ini, apa yang ada di medsos, kita saling mencela, menghujat, menjelekkan, mengejek, adu domba. Banyak fitnah di situ, kebohongan di situ. Apakah ini tata nilai islami. Inilah perlunya dakwah lewat medsos," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Jokowi berharap, melalui sambutan yang dia sampaikan di hadapan Pemuda Muhammadiyah bisa menjadi langkah awal untuk meminimalisir hujatan di media sosial. Kemudian diganti dengan dakwah Islami.
"Dengan sebuah akhlak yang akhlakul karimah sehingga yang saya sebut tadi bisa hilang semua, yang ada adalah yang baik-baik," tuntasnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya