Di balik penolakan Film Noah oleh tiga agama
Merdeka.com - Film epik ini disebut-sebut sebagai film religius di antara beberapa film lain yang mengadaptasi kisah-kisah dalam Alkitab. Film yang bercerita tentang bencana di masa Noah (Nabi Nuh), orang yang dipilih oleh Allah untuk melakukan penyelamatan besar dalam sejarah umat manusia sebelum banjir apokaliptik menelan dunia.
Bahkan Sutradara Film, Darren Aronofsky, seorang atheis, menyebut film ini sebagai "film paling sesuai dengan Alkitab yang pernah dibuat."
Tapi sayang, film epik yang dalam tayang perdana dengan penonton terbatas saja sudah menembus blockbuster USD 130 juta lebih itu harus tenggelam di tengah kontroversial. Film yang dibintangi pemeran utama Russell Crowe sebagai Noah itu mendapat kritikan dari kelompok-kelompok agama.
Berikut ini cerita dibalik penolakan Film Noah oleh tiga agama yang dikutip dari berbagai sumber:
Noah digambarkan gemar minum dan hendak bunuh cucunya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDalam film yang disutradarai oleh Darren Aronofsky tersebut, Noah digambarkan minum-minum sampai mabuk. Tentu ini sangat berlawanan dengan figur Noah dalam kitab suci tiga agama (Islam, Kristen dan Yahudi).Selain itu, dalam visi Noah di film ini, manusia yang selamat bersamanya adalah generasi terakhir dan tak ada lagi setelahnya. Karena itu saat menantu perempuannya hamil dan akan melahirkan, Noah hendak membunuhnya walau hal ini tak jadi dilakukan.Padahal di dalam kisah kitab suci, khususnya Alquran, tidak ada cerita Noah hendak membunuh cucunya itu.
Film ini ditolak kelompok kristen AS
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBanyaknya kritikan yang dialamatkan kepada film NOAH dari kelompok Kristiani membuat sang sutradara Darren Aronofsky bersama studio membuat sebuah pengumuman di awal filmnya, bahwa film itu adaptasi kisah asli dari Nabi Nuh, seperti dikisahkan dalam kitab perjanjian lama.Sutradara di studi mengaku "terinspirasi" dari kitab tersebut. "Sementara ada banyak aspek artistik yang disertakan, kami percaya bahwa cerita yang ada menampilkan esensi, nilai-nilai, dan integritas dari kisah yang telah banyak diyakini oleh banyak orang. Kisah Nabi Nuh dapat ditemui dalam kitab Kejadian," begitu tertulis dalam pengumuman resmi tersebut.Pengumuman ini dibuat terkait dengan protes yang diajukan oleh kelompok religius Kristen. Mereka keberatan dengan adaptasi satu ini karena banyaknya unsur fantasi yang dimasukkan dalam film.Selain itu, beberapa kelompok Kristen lain juga mengkritik tentang penafsiran dangkal dari naskah kitab suci oleh sutradara. Kelompok National Religious Broadcasters bahkan memberi saran kepada pihak studio untuk melakukan kompromi dengan mengedit beberapa bagian filmnya.
Komunitas Yahudi juga geram dengan film NOAH
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comFilm adaptasi kisah kitab suci tentang Nabi Nuh, NOAH menimbulkan kontroversi saat diputar pertama kalinya dengan penonton terbatas. Film yang disutradarai oleh Darren Aronofsky dan dibintangi oleh Russell Crowe ini sengaja dipertontonkan kepada beberapa komunitas kunci sebelum dirilis secara umum.Penonton yang banyak berasal dari kelompok Yahudi serta penganut Kristen di Arizona dan California menyatakan geram terhadap film produksi Paramount ini. Penyebabnya karena film ini terlalu banyak menggunakan efek visual, terlalu mendramatisir, dan melenceng dari kitab suci dua agama Yahudi dan Kristen.
Ditolak di beberapa negara muslim
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTiga negara Arab telah melarang film Hollywood "Noah" atas dasar agama, yakni Qatar, Bahrain dan UEA (Uni Emirat Arab). Bahkan sebelum premier (tayang perdana) negara-negara lain diminta untuk mengikuti langkah-langkah itu.Negara-negara Islam mengernyitkan kening ketika dalam film itu memunculkan tokoh suci dalam agama mereka. "Larangan film di Qatar, Bahrain dan UEA ( Uni Emirat Arab ) secara resmi mengonfirmasi pada pekan ini bahwa film ini tidak akan dirilis di sana," kata Wakil dari Paramount Pictures, kepada Reuters.Film berbiaya USD 125.000.000 yang dibintangi Russell Crowe dan Anthony Hopkins itu juga diimbau agar dilarang di beberapa negara mayoritas Islam lainnya, yakni Mesir, YOrdania dan Kuwait."Pernyataan resmi yang mereka sampaikan dalam sebuah konfirmasikan berita ini adalah karena (film) itu bertentangan dengan ajaran Islam," kata Wakil studio itu menambahkan.Film yang rencananya tayang perdana di Amerika Serikat pada 28 Maret ini bercerita tentang Nabi Nuh (Noah), yang di dalam kitab tiga agama samawi (Islam, Kristen dan Yahudi) diceritakan membangun bahtera yang menyelamatkan keluarganya dan banyak pasang hewan dari banjir besar.
Bahtera Noah mendarat di karang sebuah pantai, bukan gunung
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTeks dalam kitab-kitab suci (Islam, Kristen dan Yahudi) menjelaskan bahwa bahtera Nabi Nuh ini mendarat di sebuah gunung saat banjir telah surut. Namun di film Noah ini, kapal besar yang mengangkut hewan dan manusia itu mendarat di pantai.OLeh sebab itu, sebagian besar kelompok agama menolak film tersebut karena telah melenceng dari kitab suci. Bahkan beberapa negara Islam mengumumkan menolak pemutaran film tersebut, yakni Bahrain, Qatar dan Uni Emirat Arab.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya