Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Detik-detik dramatis proses evakuasi korban selamat gempa Aceh

Detik-detik dramatis proses evakuasi korban selamat gempa Aceh Pencarian korban gempa Aceh. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Proses evakuasi terhadap korban gempa di Pidie Jaya, Aceh terus dilakukan. Bahkan momen penyelamatan korban selamat berlangsung dramatis.

"Aduh sakit," teriak Ita dari bawah reruntuhan bangunan rumah toko (ruko) yang menimpa dirinya, bersama suami dan anaknya di Gampong Keude Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, Kamis (8/12).

Personel TNI yang sedang mengevakuasi pun menenangkan perempuan anak satu itu. "Istighfar, istighfar, jangan banyak bergerak," pinta salah seorang personel TNI Koramil Trieng Gadeng, Pidie Jaya.

Petugas juga langsung memasang oksigen, untuk membantu pernapasan korban selamat itu. Suara sirene mobil ambulanS terus meraung-raung di jalan lintas Banda Aceh-Medan. Teriakan-teriakan semangat personel TNI pun menggema, seakan-akan mengalahkan suara deru mobil beckho yang menahan beton.

Peluh membasahi 5 personel TNI yang menantang maut di bawah lantai beton bekas reruntuhan bangunan. Lantai beton ini, tergantung hanya mengandalkan beckho diikat dengan tali besar.

"Mereka melakukan evakuasi sejak tadi pagi," kata Kapten Muchtar, Komandan Koramil Trienggadeng hari pertama bencana.

Ruang yang sempit, letak korban sulit dijangkau, membuat prajurit TNI benar-benar harus mempertaruhkan nyawa. Karena untuk mengevakuasi ketiga korban gempa ini, satu prajurit harus masuk ke bawah reruntuhan untuk melepaskan kaki korban selamat yang tersangkut.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar," teriak salah prajurit sembari mengeluarkan pelan-pelan korban selamat.

Setelah bertahan hidup selama 5 jam lebih, Ita berhasil diselamatkan sekira pukul 11.00.WIB. Setelah kakinya berhasil dilepaskan terjepit reruntuhan bangunan.

Korban mengalami patah kaki kanan, karena terjepit. Namun, yang membuat ia histeris, suami dan anaknya meninggal pada musibah itu.

Suaminya, Abdi, menghembus napas terakhir di lokasi terjepit. Bahkan, saat hendak dievakuasi, korban harus ditarik paksa, karena tersangkut. Sedangkan anaknya masih berusia 5 tahun, ikut meninggal bersama dengan ayahnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP