Destinasi Sewu Sambang Tempat Baru Menikmati Matahari Terbit di Banyuwangi
Merdeka.com - Destinasi Bukit Sewu Sambang di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi jadi tempat baru untuk menikmati indahnya matahari terbit di ujung Pulau Jawa. Dari atas Bukit Sewu Sambang, pengunjung bisa menikmati pemandangan gugusan bukit, lautan Selat Bali dan tentunya lanskap alam yang memanjakan mata.
"Saat pagi banyak yang mengambil foto karena sunrise di sini bagus dengan lanskap Selat Bali. Liburan akhir pekan kemarin ada ratusan pengunjung yang naik ke Sewu Sambang," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jajang Arum, Wisata Bukit Sewu Sambang, Tamam Fauzi (32), Selasa (3/11).
Tamam mengatakan, bila ingin menikmati keindahan matahari terbit, pengunjung bisa memilih datang pada pagi hari usai subuh atau menginap di sana. Pengelola wisata sudah menyediakan fasilitas sewa tenda untuk menginap.
Untuk masuk ke wisata Bukit Sewu Sambang, pengunjung cukup membayar Rp 5.000 untuk biaya parkir tiap kendaraan, dan Rp 10.000 bagi yang akan menginap. Pihak pengelola sendiri juga menyediakan sewa tenda dengan rentang harga Rp 25.000-50.000, sesuai kapasitas tampung.
Destinasi Sewu Sambang Tempat Baru Menikmati Matahari Terbit di Banyuwangi ©2020 Merdeka.com
"Bagi yang ingin bikin api unggun sudah kami siapkan tong dan kayu bakar dengan harga Rp 5000 per ikat. Khusus hari Jumat wisata kami tutup," ujarnya.
Wisata Sewu Sambang berada di ketinggian sekitar 200 Mdpl. Kawasan tersebut berada di kawasan KPH Banyuwangi Utara dengan luasan wilayah destinasi 6 hektare. Untuk menuju ke wisata Bukit Sewu Sambang, pengunjung akan menyusuri pemandangan perkebunan kopi, pohon pinus dan jati.
"Luasan bukit 6 hektar ini sangat luas sekali, jadi bisa terpantau untuk tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti jaga jarak, apalagi ini di kawasan terbuka," ujarnya.
Wisata Bukit Sewu Sambang, kata Tamam, dikelola oleh Pemuda di Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro. Bukit Sewu Sambang sebelumnya bernama Keseran dan hanya menjadi tempat warga mencari rumput. Melihat potensi keindahan alam, para pemuda kemudian menjadikan kawasan tersebut untuk wisata pada 2017 dan baru dibuka pada 2019.
"Nama Bukit Sewu Sambang bermakna banyak pemandangan bukit dan diharapkan dihadiri banyak orang, hingga ribuan," ujarnya.
Destinasi Sewu Sambang Tempat Baru Menikmati Matahari Terbit di Banyuwangi ©2020 Merdeka.com
Sesampai di atas bukit, pengunjung bisa mendapatkan fasilitas tempat istirahat seperti gazebo, ada juga musala untuk tempat beribadah. Selain itu, di atas bukit juga tersedia toilet dan warung tempat untuk menikmati pemandangan sambil minum kopi lokal Banyuwangi.
Saat ini, destinasi Bukit Sewu Sambang sudah memberikan manfaat ekonomi. Sudah ada 30-an pemuda yang terlibat mengelola wisata Bukit Sewu Sambang. Warga sekitar juga bisa menjual kayu bakar untuk wisatawan yang ingin membuat api unggun saat berkemah, membuka warung, dan jaga parkir.
Sementara itu, salah satu pedagang kuliner di wisata Bukit Sewu Sambang, Makso (60), merasa mendapatkan manfaat ekonomi yang cukup tinggi sejak dia membuka warung. Saat akhir pekan saja, rata-rata dia bisa mendapatkan Rp 1 juta per hari.
"Terutama kalau akhir pekan, ramai yang camp di sini. Saya juga jual kayu bakar. Per ikat Rp 5000, bawa 20 ikat rata rata habis," ujar Makso (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya