Demo Tolak Pabrik Semen di Kutai Timur Ricuh, Wartawan dan Polisi Dikeroyok Massa

Senin, 25 Maret 2019 20:05 Reporter : Saud Rosadi
Demo Tolak Pabrik Semen di Kutai Timur Ricuh, Wartawan dan Polisi Dikeroyok Massa Polisi terkena lemparan batu mahasiswa. ©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Demo mahasiswa gabungan di Samarinda, Kalimantan Timur menolak pabrik semen di Kutai Timur, sejak siang hingga sore ini tadi, berujung anarkis. Mereka melempari dan mengeroyok wartawan serta juga melukai dua polisi.

Tengah hari tadi, unjuk rasa memanas. Mahasiswa mendobrak pagar masuk kantor Gubernur Kalimantan Timur, lantaran target mereka bertemu Gubernur Isran Noor gagal.

Pantauan merdeka.com, melalui pengeras suara personel Polresta Samarinda Iptu Hardi, meminta mahasiswa agar menahan diri lantaran suasana mulai memanas di depan pagar.

"Kami mohon, teman-teman mahasiswa tenang, dan menahan diri," kata Hard, di lokasi, Senin (25/3).

Belakangan, batu bertubi-tubi melayang mengenai kepalanya. Darah segar mengucur dari kepala Hardi yang bocor. Belakangan, mahasiswa terus melempari batu dan mengenai dua kali ke arah salah satu wartawan televisi nasional.

Maksud hati meminta mahasiswa agar menghentikan lemparan batu yang membahayakan siapa saja, disambut anarkis pendemo. Tak pelak, wartawan itu ikut dikeroyok mahasiswa. Beruntung, polisi melerai, dan jurnalis televisi itu, mengalami memar. Belakangan, terdengar seruan di tengah kerumunan mahasiswa, yang sempat memantik ketegangan. "Wartawan, media dibeli," seru salah seorang mahasiswa.

Belakangan juga, 1 personel Brimob ikut terluka di pelipis mata, lantaran mencoba menghalau ratusan mahasiswa yang terus mendobrak masuk. Praktis, 2 polisi jadi korban amuk anarkis mahasiswa. Kendati demikian, polisi masih menahan diri untuk membubarkan paksa hingga demo selesai pukul 17.00 WITA.

"Kami turunkan 400 personel, ada 250 Polresta dan 150 dari Brimob lengkap. Ada cedera anggota Polresta, terkena lemparan batu dari pengunjuk rasa. Dan juga ada rekan wartawan jadi korban. Yang jelas, situasi sudah kita kendaliman, dan pengunjuk rasa kembali dengan tertib," kata Wakapolresta Samarinda AKBP Dedi Agustono, ditemui usai demo.

Sebelumnya, aksi mahasiswa dimulai pukul 10.00 WITA tadi, menyuarakan penolakan terhadap pabrik semen dengan nilai investasi sekitar Rp 14 triliun, yang dibangun di Kutai Timur dan Berau. Ada 6 tuntutan yang disampaikan mahasiswa kepada Gubernur Kaltim Isran Noor. Diantaranya, menolak pembangunan pabrik semen di Kaltim, hingga menolak segala bentuk eksploitasi yang merusak alam. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Demo Mahasiswa
  2. Demo
  3. Samarinda
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini