Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demo di DPR, BEM Seluruh Indonesia Tolak Omnibus Law

Demo di DPR, BEM Seluruh Indonesia Tolak Omnibus Law Mahasiswa Demo DPR Tolak Omnibus Law. ©2020 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Sejak siang gedung DPR/MPR didemo mahasiswa. Mereka menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja. Mahasiswa dari beragam kampus menggunakan atribut dan spanduk menolak Omnibus yang sudah dikirim pemerintah ke DPR.

Koordinator BEM Seluruh Indonesia Remy Hastian menjelaskan alasan penolakan Omnibus Law Cipta Kerja karena terdapat cacat formil.

"Yang menjadi penolakan bagi kita Omnibus Law ini cacat formil," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/3).

Menurut mahasiswa Omnibus Law Cipta Kerja cacat formil karena tidak melibatkan masyarakat dan terburu-buru dalam proses penyusunannya.

"Ini kita tekankan bahwa produk perundang-undangan yang ada sebenarnya. Jadi penekanan bagi kita bahwa pemerintah mengurus omnibus law itu terburu-buru sehingga partisipasi masyarakat menjadi poin penting," ujar Remy.

Omnibus Law ini dinilai tidak transparan karena partisipasi masyarakat yang tidak dilibatkan selama penyusunan RUU oleh pemerintah. Remy melihat di sanalah cacat formil alias hukum. Dia meminta pemerintah dan DPR membahas Omnibus Law Cipta Kerja dengan transparan.

"Supaya transparan lagi. Omnibus Law ini wajib direvisi, partisipasi masyarakat. Kita ingin menuntut pemerintah membangun kembali partisipasi masyarakat. Partisipasi secara masif dari kaum buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil itu tidak dilibatkan secara umum," kata Remy.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP