Demo Bela Rakyat 212, mahasiswa di Jatim salahkan Jokowi dan media
Merdeka.com - Massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jawa Timur menggelar demonstrasi memrotes kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tak pro-rakyat. Aksi BEM se-Jawa Timur ini digelar di Kantor Gubernuran, Jalan Pahlawan dan DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya.
Demo berlangsung ricuh. Satu mahasiswa diamankan polisi, yaitu Presiden BEM Universitas Trunojoyo Madura, Fadal Hidayatullah, yang tampil sebagai orator.
Pasca-penangkapan Fadal, suasana kembali kondusif. Namun, saat puluhan pengunjuk rasa dari Ikatan Muda Muhammadiyah (IMM) bergabung sekitar pukul 15.00 WIB, orasi-orasi provokatif kembali dilontarkan.
Bahkan, salah satu orator IMM yang mengenakan seragam orange, dalam orasinya menyebut media massa hanya sebagai corong pemerintah, tanpa peduli nasib rakyat.
"Media, jangan beritakan kami, kami bukan selebritis. Beritakan tuntutan kami. Sekarang ini, media senang memberitakan berita-berita hoax. Media senang menulis pemerintah yang tak pro rakyat. Media tidak pernah menulis soal rakyat," cibir si orator dari IMM sinis.

Beruntung tak ada yang terpancing. Polisi yang juga ikut disindir karena dianggap tak pernah membela mahasiswa juga tetap tenang hingga massa membubarkan diri sekitar pukul 16.00 WIB.
Menjelang aksi bubar, polisi juga membebaskan salah seorang mahasiswa yang sempat diamankan saat kericuhan terjadi.
"Ini bukan mengamankan, kalau mengamankan itu ada tindakan hukumnya. Kita tidak mengamankan. Tidak ada yang diamankan. Ini hanya identifikasi saja untuk meredam aksi agar tidak memanas. Itu teknik kami," terang Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol M Iqbal yang ikut turun ke lapangan.
Pihaknya tidak pernah melarang mahasiswa masuk ke gedung dewan untuk berdialog dengan wakil rakyat. Hanya saja, kata Iqbal, ada prosedur yang harus dilakukan mahasiswa.
"Tentu kami tidak melarang. Tapi ada tekniknya. Harus perwakilan, tidak bisa semua masuk. Sehingga kami wajib melakukan pengamanan," tegas Iqbal.

Seperti diketahui, saat para demonstran ini menggelar aksi di Kantor Gubernur Jawa Timur, mereka ditemui Wagub Jatim Saifullah Yusuf dan bergeser ke Gedung DPRD di Jalan Indrapura.
Fadal Hidayatullah yang memimpin aksi, langsung mengajak rekan-rekannya untuk menerobos masuk ke dalam Gedung DPRD Jawa Timur sisi timur. Polisi yang membentuk barikade, menghadang langkah para pengunjuk rasa yang berusaha menerjan pintu pagar besi.
Aksi nekat ini, direspons Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Bambang ?Sukmo Wibowo. Tapi imbauan Bambang tak diindahkan. Bahkan, Fadal yang mengaku orang Madura ini, menantang dan siap menerima pukulan polisi.
Tak urung, ketika aksi saling dorong kembali terjadi, sejumlah polisi menarik tubuh Fadal. Di belakang barisan polisi, mahasiswa Fakultas Ekonomi Trunojoyo ini melawan dan melempar muka polisi dengan megaphone.
Dalam aksinya ini, para pendemo menuntut ?penyabutan PP Nomor 60/2016, merevisi kenaikan tarif dasar listrik, tranparasi kenaikan BBM, kenaikan biaya pengurusan surat-surat kendaraan dan segera menurunkan harga sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan tinggi. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya