Deddy-Dedi minta timses tak balas dendam kampanye hitam dan fokus sosialisasi
Merdeka.com - Ramai terkait video dukungan dari paranormal tidak membuat tim sukses pasangan cagub dan cawagub Jabar nomor urut 4, Deddy mizwar-Dedi Mulyadi, merasa terganggu. Mereka bahkan sudah menginstruksikan kepada semua pendukung untuk tetap sosialisasi program kerja dan tidak melakukan aksi balas dendam.
"Fokus kita tidak boleh terganggu. Kita terus sosialisasi program kerja Deddy-Dedi di Jawa Barat. Kita jangan membalasnya, biarkan proses hukum berjalan," kata tim kuasa hukum Deddy-Dedi, Hotma Agus Sihombing, Selasa (19/6).
Kasus dugaan kampanye hitam itu juga telah dilaporkan kepada Bawaslu Jawa Barat. Laporan itu sudah terdaftar dengan nomor 08/LP/PG/Prov/13.00/VI/2018.
Dugaan dukungan untuk Deddy-Dedi di Pilgub Jabar dilakukan paranormal itu bahkan ramai di media sosial. Agus menilai, dukungan tergambar dalam video tersebut merupakan bentuk kampanye hitam. Sebab akan mendegradasi elektabilitas pasangan Deddy-Dedi. Selain itu, dampak negatif di tengah masyarakat pun akan terjadi akibat peredaran video itu.
"Itu terlihat seperti dukungan. Tetapi, kami memiliki analisa bahwa video itu sebenarnya bentuk kampanye hitam yang nyata. Apalagi sengaja disebarkan begitu. Segala bentuk penyebaran itu harus melalui tim, ini tidak," ujarnya.
Dia memastikan bahwa pasangan Deddy-Dedi tidak pernah melibatkan hal metafisika maupun supranatural dalam proses pemenangan. Kandidat dan tim fokus pada konsolidasi bersama masyarakat.
"Setiap hari sebelum bergerak menyapa masyarakat Jawa Barat, semua berdoa. Kang Deddy Mizwar dan Kang Dedi Mulyadi mengawali aktivitas dengan salat duha. Saya kira itu spirit bagi kami selaku tim untuk melakukan hal yang sama. Kita berharap niat dan gerakan kita penuh keberkahan," ungkapnya.
Sebelumnya, tim sukses telah mengungkapkan ada orang mengaku disuruh berpura-pura menjadi dukun untuk kampanye hitam bagi pasangan duo Deddy. Dilansir Antara, orang tersebut adalah Endang, warga Pantai Jayanti, Kabupaten Cianjur.
Endang mengaku sempat menolak permintaan tersebut. Namun dia diiming-imingi uang Rp 200.000. Akhirnya lelaki berusia 75 tahun itu menuruti permintaan itu. "Saya tadinya enggak mau, tetapi ada uang Rp 200.000 yang saya terima. Akhirnya, saya lakukan saja. Terus terang pak, saya tidak membawa apa-apa ke lokasi itu. Semua sudah siap begitu saja," ujar Endang.
Tim Pemenangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi memandang kejadian tersebut sebagai masalah serius dan secara resmi, tim telah melaporkan kampanye hitam ini kepada Bawaslu Jawa Barat. "Jelas ini tujuannya menjatuhkan kandidat kami. Kami semua orang beragama, hanya memohon kepada Allah SWT. Jadi, ini jelas kampanye hitam," kata Sekretaris Tim Pemenangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, MQ Iswara.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya