Debat Soal Terorisme, Prabowo Perkuat Pesantren & Keamanan, Ma'ruf Janjikan Pekerjaan
Merdeka.com - Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto bakal melakukan investasi besar-besaran di bidang pendidikan, sebagai strategi dalam pencegahan dan deradikalisasi terkait terorisme. Prabowo menyebut terorisme di dalam negeri lahir lantaran ada warga yang merasa putus asa dan melihat berbagai perlakuan ketidakadilan.
"Mereka melihat perlakuan tidak benar, mereka tersakiti, mereka dipengaruhi pengajar-pengajar ataupun orang-orang yang radikal," ujar Prabowo dalam debat perdana Capres-Cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1).
Terkait investasi di sektor pendidikan, Prabowo mengaku akan memperhatikan dan memperkuat peran pesantren serta memperbaiki kesejahteraan guru.
"Saya mendukung usaha deradikalisasi. Untuk itu kita akan benar-benar investasi besar-besaran dalam pendidikan dalam kesejahteraan untuk membantu rakyat bawah, pesantren, madrasah, guru-guru, kapasitas, kualitas hidup mereka yang akan mempengaruhi pendidikan, pengajar agar tidak putus asa. Suasana tidak merasa benci, tidak tersakiti," lanjutnya.
Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menambahkan, banyak masyarakat yang terpapar terorisme akibat sejumlah faktor.
"Banyak masyarakat yang tidak bisa merasakan masa depan cerah akhirnya terpapar akibat ekonomi. ita melihat peta-peta mana ini timbul. Kita hadir untuk mereka agar mereka tidak terjerumus," pungkasnya.
Sementara itu Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 Ma'ruf Amin yang diberi giliran untuk berpendapat, menyampaikan jika penyebab seseorang jadi teroris karena faktor ekonomi, maka solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan lapangan pekerjaan.
"Deradikalisasi itu dari mereka yang sudah terpapar menuju jalan lurus. Oleh itu caranya adalah apa yang menyebabkan mereka jadi radikal. Kalau itu karena pemahaman agama yang menyimpan, oleh karena itu kita luruskan. Tetapi apabila kerana faktor ekonomi sosial, maka pendekatannya adalah memberikan lapangan kerja dan santunan yang bisa mengembalikan mereka ke jalan yang lurus," tuturnya.
Di sesi terakhir terkait isu terorisme, Prabowo menuturkan penguatan TNI, Polri dan intelijen perlu dilakukan agar Indonesia bisa aman dari ancaman teroris.
"Untuk itu negara harus kuat dan kita harus swasembada pangan, tidak boleh tergantung dengan bangsa lain. Dana angkatan perang kita harus kuat. Polisi harus kuat. Intelijen harus kuat. Kita harus bisa mendeteksi. Saya akan meningkatkan investasi di bidang polisi, intelijen dan angkatan bersenjata," pungkas Prabowo.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya