Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Debat Publik Dinilai jadi Terobosan Baik dalam Seleksi Capim KPK

Debat Publik Dinilai jadi Terobosan Baik dalam Seleksi Capim KPK Pansel Pimpinan KPK. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Untuk pertama kalinya dalam sejarah seleksi calon pimpinan KPK, masyarakat Indonesia akan disajikan debat publik para kandidat. Terobosan Pansel Capim KPK yang dipimpin Yenti Garnasih ini pun menuai pujian.

Pengamat Komunikasi dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, menilai debat publik sangat cocok dilakukan untuk seleksi pejabat publik di era keterbukaan sekarang ini. Menurutnya, terobosan ini adalah jawaban Pansel KPK untuk menjawab tantangan transparansi kepada publik.

"Menurut pandangan saya tidak hanya saya pikir tidak hanya KPK, bila perlu calon menteri perlu debat publik. Karena sudah saatnya kan kita zaman terbuka. Jadi kita tidak beli kucing dalam karung lagi. Masyarakat bisa menguji, masyarakat bisa bertanya, masyarakat bisa mengajukan pandangan, (bahkan) antitetis dari pandangan mereka (kandidat)," kata Emrus di Jakarta seperti dikutip Antara, Selasa (30/7).

Dalam Debat Publik Capim KPK misalnya, kata Emrus, jika ada salah satu calon mengatakan mengatakan akan mengedepankan pemberantasan, harus dielaborasi argumentasi di balik hal tersebut.

"Kenapa itu (pemberantasan) ditonjolkan? Baru masyarakat mengatakan 'ah lebih baik pencegahan'. Dengan terjadi perdebatan itu jadi rakyat, yang disiarkan oleh media, biar melihat," kata Doktor Ilmu Komunikasi jebolan Unpad Bandung ini.

Lebih dari itu, Emrus mengatakan sangat setuju dengan debat publik ini karena posisi pimpinan KPK adalah independen dan bukan bagian dari pemerintah.

"Tentu debat publik ini tentang kapabilitasnya, dan ada uji publik tentang integritasnya, salah satunya masyarakat tahu rekam jejak dia dibuka langsung," ujarnya.

Ditanya lebih jauh soal teknis debat, Emrus mengatakan, setidaknya ada dua tipe format debat untuk para Capim KPK ini, yakni akademik dan praktis.

"Debat praktis seperti di pengadilan. Baru debat akademik yang dibuktikan dengan data empirikal, bukti, data dan analisis," papar Emrus.

Menurutnya, penggabungan debat akademik dan praktis sangat pas untuk melihat kapabilitas dan integritas capim KPK. "Jadi, saya lebih cenderung menggabungkan keduanya. Satu sisi misalkan perdebatan ada 4. Dua sesi debat akademik dan 2 sesi debat praktis," ujarnya.

Untuk diketahui, Debat publik akan digelar pansel capim KPK setelah mendengar masukan dari para pemimpin redaksi media massa. Debat akan dilakukan kepada para capim yang telah lolos tes psikologi dan sebelum mengikuti tes wawancara. Pengumuman hasil tes psikologi 104 capim KPK akan diumumkan pada 5 Agustus 2019.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP